The Good and Bad News

Kabar baiknya, aku sudah baik-baik saja sekarang. Tidak sedih, tidak marah, bahkan tidak rindu. Kabar buruknya, aku jadi kehilangan muse. Tahu kan, it's not happiness that makes someone a writer?

Advertisements

To All The Boys I’ve Loved Before

"To All The Boys I've Loved Before" adalah Firebolt-ku. Sejak pertama aku melihat novel ini di Books & Beyond, meraihnya, membaca sinopsisnya, aku menginginkannya. Tapi nilainya terlalu tinggi untuk sebuah novel (nggak sampai 200.000 si, tapi budget-ku untuk sebuah novel itu 100.000 dan butuh berbulan-bulan serta niat untuk dapat membeli novel yang nilainya di atas... Continue Reading →

Garang Asem yang Sesungguhnya

Nama Garang Asem sudah saya dengar sejak bertahun-tahun lalu... dan saya kenal sebagai makanan khas Kudus. Ini gara-gara orang-orang yang pernah membicarakan Garang Asem semuanya berasal dari Kudus. Baru awal tahun 2016 lalu saya mengetahui asal muasal Garang Asem dan berkesempatan mencicipinya. Semua gara-gara kekasih waktu itu (waktu ini sudah jadi mantan, tapi kok menyebut... Continue Reading →

Barangkali Tuhan Memang Jenaka

Dulu, saya tidak ingin menikah. Seorang teman sampai bertanya, "Kenapa? Kamu pernah sakit hati sama cowok?" "Nggak." Bagaimana mungkin? Saat itu, hubungan saya dengan laki-laki sangat minim. Saya pernah punya pacar (yang bertahan beberapa bulan), tapi kami tidak pacaran. Hubungan itu semata hanya status. Hanya label. But nothing happened. Mengobrol pun jarang kami lakukan. Maka... Continue Reading →

What I Miss The Most

I miss his cooking. Those meals were delicious. He's way a better cooker than me. I miss the jokes we shared. Aneh bagaimana di dunia ini ada seseorang yang memiliki selera bercanda yang sama denganku. How he understood mine. I miss his mischievous smile. Ini tidak diragukan lagi. Senyum jahil itu yang selalu membuatku jatuh... Continue Reading →

Jepang: Surga Bagi Lidah

Nggak ada makanan nggak enak di Jepang. Mulai dari makanan resto, pinggir jalan, sampai yang dijual di convenient store. Berikut adalah sebagian makanan yang aku cicipi saat di Jepang... Deluxe Taiwan "Maze-Soba" Taiwan "Maze-Soba" adalah kreasi Hanabi. Yang dimaksud "maze-soba" adalah soba campur. Soba disajikan dengan berbagai topping; telur mentah, telur rebus, irisan daging babi,... Continue Reading →

My Favorite Cookie is Now Homemade

Suka banget sama yang namanya chocochip cookie. Hampir setiap beli cemilan selalu memilih chocochip cookie. Begitu ada varian baru atau ada merek yang akhirnya mengeluarkan produk chocochip cookie, selalu bergegas beli, penasaran seperti apa rasanya. Sayangnya, sampai sekarang saya belum menemukan chocochip cookie yang benar-benar pas di lidah hingga meresap ke hati. Akhirnya, saya putuskan... Continue Reading →

Pecinta Kopi

"Kuenya enak," kataku setelah menyuap segigit. "Kopinya aseemmm." "Kopinya enak," sahutnya, tak terima. "Itu kopi arabika, yang memang sedikit asam. Coba cicipi yang ini." Dia menyodorkan cangkirnya. Aku menyeruput. "Pahit." "Ini kopi robusta." Aku hanya ber-"oooh" ria. Tak pernah mengerti ataupun merasakan yang dirasakan para pecinta kopi. Bagiku semua kopi sama saja. Dan kopi yang... Continue Reading →

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑