Posted in celoteh, life, romance

Bersungguh-Sungguh untuk Sebuah Kesementaraan

Adalah Theoresia Rumthe sosok yang mendengungkan “kesungguhan dalam kesementaraan” ke dalam hidup saya. Dalam buku kumpulan puisinya “Tempat Paling Liar di Muka Bumi”, dia mengatakan, “Jika ketika jatuh cinta kau melakukannya dengan sungguh-sungguh, kelak ketika kau harus berpisah dengannya, kau tidak akan menyesal.”

IMG_20170708_132431

Continue reading “Bersungguh-Sungguh untuk Sebuah Kesementaraan”

Posted in fiction, romance

Heart Break

“Kenapa?” Hening di antara kami akhirnya koyak. “Beri aku alasan.”
Aku menarik napas dalam-dalam, sebuah keputusan yang salah karena justru membuat kerongkonganku serasa tercekat, dan menatapnya lekat-lekat. “Kau mengingatkanku pada ayahku. Matamu. Alismu. Senyummu. Kau begitu mirip dengannya. Bahkan bidang yang kau tekuni. Kesukaanmu. Karaktermu…”
“Lalu? Bukankah setiap anak perempuan mencari sosok yang seperti ayahnya?”
“Aku tidak ingin menderita seperti ibuku.” Kugigit bibir kuat-kuat, berharap dapat mengurangi rasa sakit di bagian lain tubuhku. “Maaf.” Aku beranjak. Melangkah pergi dari tempat itu. Melangkah pergi dari hidupnya.
Bagi anak perempuan-anak perempuan lain, ayah adalah cinta pertama mereka. Bagiku, ayah adalah patah hati pertamaku.

Posted in book, review, romance

[Resensi] Critical Eleven – Ika Natassa

Judul Buku                           : Critical Eleven
Penulis                                 : Ika Natassa
Editor                                   : Rosi L. Simamora
Penerbit                               : PT Gramedia Pustaka Utama
Ketebalan Buku                  : 344 halaman
Tahun Terbit                       : 2015

Pertama kalinya saya membaca “Critical Eleven“, kisah ini masih berbentuk cerpen dalam sebuah buku kumpulan cerpen berjudul Autumn Once More. Cerita yang mengambil setting dalam sebuah penerbangan ini langsung mencuri hati saya. Sejak itu pula saya jatuh cinta pada Ika Natassa dan langsung memboyong pulang karya-karyanya yang lain. Betapa tidak sabarnya saya ketika mendengar “Critical Eleven” dikembangkan menjadi sebuah novel.

Continue reading “[Resensi] Critical Eleven – Ika Natassa”

Posted in fiction, romance

(Not) A Cinderella Story

This is a Cinderella story. But this time our Cinderella is so perfect that she doesn’t miss a thing. She remembers our fairy godmother’s warning. She watches the clock. She asks to leave the party half an hour before midnight. By the time the magic vanishes, she has been home.
This time our Cinderella doesn’t leave one of her shoes on the stairway. This time there’s no mysterius-girl-I-met-at-the-ball hunting. Thus the miracle ends there, when the clock strikes 12 times.