Kedai Kopi 170, Bandung

Pagi itu, hari Sabtu terakhir saya di kota Bandung, terbersit keinginan untuk menikmati sarapan dengan ngopi dan ngeroti di kafe karena teringat nikmatnya sarapan semacam itu di Kafe Purnama setelah bersepeda sepagian. Dengan bantuan Google Maps, saya mencari kafe terdekat dari posisi saat itu dan sudah buka pada pukul 8. Saya tertaut pada Kedai Kopi 170, namanya dan penampakannya pada foto memberikan kesan tempo dulu. Berangkatlah saya ke Jalan Naripan no. 99. Continue reading “Kedai Kopi 170, Bandung”

Advertisements

Beauty and the Beast Live-Action: The Missing Piece

Beauty-Beast-2017-Movie-Posters
Taken from http://www.popsugar.com

Beauty and the Best versi live action milik Disney ini adalah versi ketiga yang saya tonton setelah sebelumnya versi animasi (yang juga) milik Disney yang rilis pada tahun 1991 dan versi teater dari Broadway (dengan alur cerita mengikuti alur yang diciptakan Disney) pada tahun 2015. Berbeda dengan 2 versi sebelumnya, versi live action ini memberikan beberapa penambahan cerita yang melengkapi kisah pendahulunya, misalnya apa yang menyebab sang pangeran menjadi bertabiat buruk atau mengapa Belle hanya tinggal berdua dengan ayahnya, apa yang terjadi pada ibunya.

Continue reading “Beauty and the Beast Live-Action: The Missing Piece”

Trinity: The Nekad Traveler

TrinitytehNekadTraveler
Sumber: twitter.com

Saya terhasut ocehan seru manusia-manusia penghuni linimasa saya di Twitter. Awalnya saya sama sekali tidak berminat menonton film ini. Mungkin membaca bukunya pun tak pernah. Tapi ceceran trailer dan soundtrack-nya di linimasa membuat saya penasaran. Apalagi seorang travel blogger yang saya ikuti menjadi cameo dalam film ini. Jadilah 16 Maret 2017 saya melangkahkan kaki ke bioskop. Continue reading “Trinity: The Nekad Traveler”

[Resensi] Critical Eleven – Ika Natassa

Judul Buku                           : Critical Eleven
Penulis                                 : Ika Natassa
Editor                                   : Rosi L. Simamora
Penerbit                               : PT Gramedia Pustaka Utama
Ketebalan Buku                  : 344 halaman
Tahun Terbit                       : 2015

Pertama kalinya saya membaca “Critical Eleven“, kisah ini masih berbentuk cerpen dalam sebuah buku kumpulan cerpen berjudul Autumn Once More. Cerita yang mengambil setting dalam sebuah penerbangan ini langsung mencuri hati saya. Sejak itu pula saya jatuh cinta pada Ika Natassa dan langsung memboyong pulang karya-karyanya yang lain. Betapa tidak sabarnya saya ketika mendengar “Critical Eleven” dikembangkan menjadi sebuah novel.

Continue reading “[Resensi] Critical Eleven – Ika Natassa”

Blog at WordPress.com.

Up ↑