Mewujudkan Mimpi Bersama Perempuan-Perempuan Chairil

Saya lupa loh kalau punya keinginan nonton teater di Taman Ismail Marzuki. Baru Agustus kemarin, ketika sudah tidak lagi tinggal di kota yang berjarak 4 jam perjalanan dari TIM, saya teringat kalau punya keinginan ini. Karena sedang hangat-hangat tai ayam, saya langsung berselancar di Google akan ada pementasan apa yang menarik di sana (TIM, maksudnya,... Continue Reading →

Advertisements

Barangkali Tuhan Memang Jenaka

Dulu, saya tidak ingin menikah. Seorang teman sampai bertanya, "Kenapa? Kamu pernah sakit hati sama cowok?" "Nggak." Bagaimana mungkin? Saat itu, hubungan saya dengan laki-laki sangat minim. Saya pernah punya pacar (yang bertahan beberapa bulan), tapi kami tidak pacaran. Hubungan itu semata hanya status. Hanya label. But nothing happened. Mengobrol pun jarang kami lakukan. Maka... Continue Reading →

What I Miss The Most

I miss his cooking. Those meals were delicious. He's way a better cooker than me. I miss the jokes we shared. Aneh bagaimana di dunia ini ada seseorang yang memiliki selera bercanda yang sama denganku. How he understood mine. I miss his mischievous smile. Ini tidak diragukan lagi. Senyum jahil itu yang selalu membuatku jatuh... Continue Reading →

Dari Mata

Papa sering pusing beberapa hari terakhir ini. Beliau cemas kadar LDL-nya tinggi. Jadi aja segala macam kue nggak disentuh lagi. Ditambah lagi stok omega 3 di rumah sedang habis. Padahal sari pati ikan salmon ini adalah penangkal kolesterol andalan papa. Paniklah beliau... Hari Kamis, ketika badannya sudah tidak bisa lagi diajak bekerja sama sampai beliau... Continue Reading →

Belajar Melepaskan

Saya adalah seorang penyimpan. Saya menyimpan kenangan. Baik itu memori, tulisan, benda-benda. Saya menyimpan masa lalu. Tapi tahun ini saya belajar untuk melepaskan. Kalau dulu saya banyak menyimpan kertas kosong, katakanlah lembar-lembar kertas yang tersisa dari sebuah buku, sekarang saya mencoba melihat kenyataan yang selama ini terjadi. Kertas-kertas itu hanya diam di tumpukan. Memenuhi tempat,... Continue Reading →

Balada Brownies Magic Com

Sebagai seorang sweet tooth, kue kegemaran saya adalah brownies. Awal Agustus kemarin sempat gelisah dan resah macam orang diterjang malarindu gara-gara pengen banget ngegigit brownies. Kalau di Bandung, saya pasti langsung order browniesnya Teh Gladies. Sekarang kalau mau order harus tunggu tanggal PO dulu 😦 Mengingat ini saya jadi makin gundah gulana. Ribet amat, kan... Continue Reading →

Bersungguh-Sungguh untuk Sebuah Kesementaraan

Adalah Theoresia Rumthe sosok yang mendengungkan "kesungguhan dalam kesementaraan" ke dalam hidup saya. Dalam buku kumpulan puisinya "Tempat Paling Liar di Muka Bumi", dia mengatakan, "Jika ketika jatuh cinta kau melakukannya dengan sungguh-sungguh, kelak ketika kau harus berpisah dengannya, kau tidak akan menyesal." Sebagai seseorang yang pernah menyesal karena tidak jatuh cinta dengan sungguh-sungguh, saya... Continue Reading →

Things To Do Before I Leave

Tiba-tiba saja waktuku di Bandung tersisa 4 minggu 😱😱😱 Di saat-saat terakhir ini, terpikir untuk singgah ke tempat yang belum kukunjungi dan mencicipi makanan yang belum sempat kucoba. Atau menikmati kembali makanan yang selalu membuatku ketagihan. Ngomong-ngomong, bagiku, seblak adalah satu-satunya makanan khas di sini yang enak dan akan kurindukan. Selagi mendata makanan-makanan yang akan... Continue Reading →

11.11

Ada yang hilang... Dulu kukira seberapa cepat kita move on ditentukan oleh seberapa tangguh hati dan jiwa ini. Ternyata kecepatan move on ditentukan oleh seberapa dalam rasa nyaman yang pernah ada. Tenang, rindu ini milikku, bukan milikmu.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑