Posted in celoteh, life, things I love

Things To Do Before I Leave

Tiba-tiba saja waktuku di Bandung tersisa 4 minggu 😱😱😱 Di saat-saat terakhir ini, terpikir untuk singgah ke tempat yang belum kukunjungi dan mencicipi makanan yang belum sempat kucoba. Atau menikmati kembali makanan yang selalu membuatku ketagihan. Ngomong-ngomong, bagiku, seblak adalah satu-satunya makanan khas di sini yang enak dan akan kurindukan.

Selagi mendata makanan-makanan yang akan kucoba, terlintas kafe-kafe cakep yang ada di Bandung. Kemudian mendesah… “Ah, sayang sekali, hingga saat ini, bahkan di kota ini, tak kutemukan minuman cokelat yang membuatku berdecak nikmat lalu ketagihan.” But heyyyy... aku bahkan belum pernah melakukan petualangan cokelat! Saat itu juga aku memutuskan untuk menjajal minuman cokelat di beberapa tempat. Berbekal wawasan luas yang dimiliki Google, sekarang aku sudah menggenggam sederetan nama yang direkomendasikan. Gonna share the story of my journey here 😉

Posted in celoteh

Review – Paris Letters

Paris Letters, atau dalam versi Indonesia disebut Surat dari Paris, merupakan kisah nyata kehidupan Janice MacLeod pada usia 34 tahun hingga beberapa tahun setelahnya. Meski bukan kisah fiksi, novel ini diawali dengan kekacauan dan berakhir dengan manis layaknya dongeng dan fiksi pada umumnya. Bedanya, Paris Letters membuat saya mampu percaya bahwa sekacau apapun hidup kita rasanya saat ini, bukan tidak mungkin kalau pada akhirnya kita menemukan kebahagiaan karena Janice telah menunjukkannya. Kita hanya perlu mengikuti kata hati dan percaya pada rencana Tuhan. Continue reading “Review – Paris Letters”

Posted in celoteh, things I love, travelling

(Lagi-Lagi) Terdampar di Jogja

Setelah Desember lalu luntang-lantung bersama 5 orang teman di Malioboro, lagi-lagi saya terdampar di Jogja.

Sekitar akhir Februari saya berkata pada seorang teman, “Pengen ikut workshop menulis deh.” Lagi-lagi, Alam Semesta mendengar dan memberi jalan untuk terwujudnya keinginan saya. Tanda Alam Semesta itu berupa kicauan Mbak Windy Ariestanty mengenai sebuah acara bertajuk Kanca. Kanca adalah sebuah festival berbagi ilmu dan belajar bersama teman-teman yang dituan rumahi oleh Writing Table di mana Kak Windy merupakan salah satu founder-nya. Tanpa pikir 2x, saya langsung mendaftar untuk 2-day pass. Yap, festival ini berlangsung selama 2 hari, pada tanggal 18 dan 19 Maret 2017.

Continue reading “(Lagi-Lagi) Terdampar di Jogja”

Posted in celoteh, life

Teman Tidur

Ide menginap dengan teman selalu jadi sesuatu yang disambut dengan antusias. Sudah terbayang nikmatnya pillow talk; berbagi cerita dan mendengarkan cerita. Rasanya semua kisah bisa dibagi saat itu, dalam kamar-sebuah ruangan yang pribadi. Aku jadi berpikir barangkali kita lebih memerlukan teman tidur daripada teman hidup. Dan bukankah teman hidup itu juga teman tidur. Continue reading “Teman Tidur”

Posted in celoteh, life, things I love

Goblin, Sebuah Drama Tentang Hypophrenia

Hypophrenia adalah keadaan di mana kita merasa sedih secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.

Akhir-akhir ini aku mengalaminya. Menjadi sedih secara tiba-tiba. Benar-benar mendadak, tanpa alasan apapun. Aku jadi teringat pada Ji Eun Tak, sang pengantin goblin. Sejak Kim Shin menjadi abu dan hilang dari dunia fana, ingatan tentang dirinya dihapus dari dunia, termasuk dari memori Eun Tak. Thus, Eun Tak kerap mengalami kesedihan mendalam yang datang begitu saja tanpa dia mengerti kenapa. I guess, memori bisa dihapus dari otak, tapi perasaan tidak bisa begitu saja dihapus dari hati. Ya, kan? Saking putus asa dan tak mengerti, Eun Tak sampai membayar jasa psikiater. Continue reading “Goblin, Sebuah Drama Tentang Hypophrenia”