Dari Mata

mata

Papa sering pusing beberapa hari terakhir ini. Beliau cemas kadar LDL-nya tinggi. Jadi aja segala macam kue nggak disentuh lagi. Ditambah lagi stok omega 3 di rumah sedang habis. Padahal sari pati ikan salmon ini adalah penangkal kolesterol andalan papa. Paniklah beliau… Continue reading “Dari Mata”

Advertisements

Balada Brownies Magic Com

Sebagai seorang sweet tooth, kue kegemaran saya adalah brownies. Awal Agustus kemarin sempat gelisah dan resah macam orang diterjang malarindu gara-gara pengen banget ngegigit brownies. Kalau di Bandung, saya pasti langsung order browniesnya Teh Gladies. Sekarang kalau mau order harus tunggu tanggal PO dulu 😦 Mengingat ini saya jadi makin gundah gulana. Ribet amat, kan yang dagang brownies banyak? Well, gimana ya… hanya brownies Dapur Gladies yang mampu memuaskan lidah saya. Sampai akhirnya 2 minggu lalu saya mendapat resep brownies yang setelah dieksekusi hasilnya pas lidah turun ke hati. Uh, bahagianya… Mungkin begini rasanya merindu seseorang lalu sukses bertemu.

Continue reading “Balada Brownies Magic Com”

Menikmati Pagi di Warung Kopi Purnama, Bandung

Awalnya saya hanya berniat untuk bersepeda keliling kota karena sudah lama tak melakukannya. Jalanan Bandung yang lengang di pagi hari memang menggoda. Apalagi udara sejuknya yang membuat diri tak ragu untuk banyak-banyak berkeringat. Saya kerap membayangkan Bandung 20 tahun yang lalu. Ketika dia belum sepadat sekarang. Ketika tak ada motor yang melintas dengan suara memekakkan telinga. Ketika tak ada berjuta angkot yang seenaknya sendiri memenuhi jalan. Pada masa itu saya akan dengan senang hati memutuskan untuk menetap di kota ini.

Continue reading “Menikmati Pagi di Warung Kopi Purnama, Bandung”

Review – Paris Letters

Paris Letters, atau dalam versi Indonesia disebut Surat dari Paris, merupakan kisah nyata kehidupan Janice MacLeod pada usia 34 tahun hingga beberapa tahun setelahnya. Meski bukan kisah fiksi, novel ini diawali dengan kekacauan dan berakhir dengan manis layaknya dongeng dan fiksi pada umumnya. Bedanya, Paris Letters membuat saya mampu percaya bahwa sekacau apapun hidup kita rasanya saat ini, bukan tidak mungkin kalau pada akhirnya kita menemukan kebahagiaan karena Janice telah menunjukkannya. Kita hanya perlu mengikuti kata hati dan percaya pada rencana Tuhan.

Continue reading “Review – Paris Letters”

(Lagi-Lagi) Terdampar di Jogja

Setelah Desember lalu luntang-lantung bersama 5 orang teman di Malioboro, lagi-lagi saya terdampar di Jogja.

Sekitar akhir Februari saya berkata pada seorang teman, “Pengen ikut workshop menulis deh.” Lagi-lagi, Alam Semesta mendengar dan memberi jalan untuk terwujudnya keinginan saya. Tanda Alam Semesta itu berupa kicauan Mbak Windy Ariestanty mengenai sebuah acara bertajuk Kanca. Kanca adalah sebuah festival berbagi ilmu dan belajar bersama teman-teman yang dituan rumahi oleh Writing Table di mana Kak Windy merupakan salah satu founder-nya. Tanpa pikir 2x, saya langsung mendaftar untuk 2-day pass. Yap, festival ini berlangsung selama 2 hari, pada tanggal 18 dan 19 Maret 2017.

Continue reading “(Lagi-Lagi) Terdampar di Jogja”

Blog at WordPress.com.

Up ↑