Posted in celoteh, life, romance

Bersungguh-Sungguh untuk Sebuah Kesementaraan

Adalah Theoresia Rumthe sosok yang mendengungkan “kesungguhan dalam kesementaraan” ke dalam hidup saya. Dalam buku kumpulan puisinya “Tempat Paling Liar di Muka Bumi”, dia mengatakan, “Jika ketika jatuh cinta kau melakukannya dengan sungguh-sungguh, kelak ketika kau harus berpisah dengannya, kau tidak akan menyesal.”

IMG_20170708_132431

Continue reading “Bersungguh-Sungguh untuk Sebuah Kesementaraan”

Posted in celoteh, food, things I love

Menikmati Pagi di Warung Kopi Purnama, Bandung

Awalnya saya hanya berniat untuk bersepeda keliling kota karena sudah lama tak melakukannya. Jalanan Bandung yang lengang di pagi hari memang menggoda. Apalagi udara sejuknya yang membuat diri tak ragu untuk banyak-banyak berkeringat. Saya kerap membayangkan Bandung 20 tahun yang lalu. Ketika dia belum sepadat sekarang. Ketika tak ada motor yang melintas dengan suara memekakkan telinga. Ketika tak ada berjuta angkot yang seenaknya sendiri memenuhi jalan. Pada masa itu saya akan dengan senang hati memutuskan untuk menetap di kota ini.

Continue reading “Menikmati Pagi di Warung Kopi Purnama, Bandung”

Posted in celoteh, life, things I love

Things To Do Before I Leave

Tiba-tiba saja waktuku di Bandung tersisa 4 minggu 😱😱😱 Di saat-saat terakhir ini, terpikir untuk singgah ke tempat yang belum kukunjungi dan mencicipi makanan yang belum sempat kucoba. Atau menikmati kembali makanan yang selalu membuatku ketagihan. Ngomong-ngomong, bagiku, seblak adalah satu-satunya makanan khas di sini yang enak dan akan kurindukan.

Selagi mendata makanan-makanan yang akan kucoba, terlintas kafe-kafe cakep yang ada di Bandung. Kemudian mendesah… “Ah, sayang sekali, hingga saat ini, bahkan di kota ini, tak kutemukan minuman cokelat yang membuatku berdecak nikmat lalu ketagihan.” But heyyyy... aku bahkan belum pernah melakukan petualangan cokelat! Saat itu juga aku memutuskan untuk menjajal minuman cokelat di beberapa tempat. Berbekal wawasan luas yang dimiliki Google, sekarang aku sudah menggenggam sederetan nama yang direkomendasikan. Gonna share the story of my journey here 😉

Posted in celoteh

Review – Paris Letters

Paris Letters, atau dalam versi Indonesia disebut Surat dari Paris, merupakan kisah nyata kehidupan Janice MacLeod pada usia 34 tahun hingga beberapa tahun setelahnya. Meski bukan kisah fiksi, novel ini diawali dengan kekacauan dan berakhir dengan manis layaknya dongeng dan fiksi pada umumnya. Bedanya, Paris Letters membuat saya mampu percaya bahwa sekacau apapun hidup kita rasanya saat ini, bukan tidak mungkin kalau pada akhirnya kita menemukan kebahagiaan karena Janice telah menunjukkannya. Kita hanya perlu mengikuti kata hati dan percaya pada rencana Tuhan. Continue reading “Review – Paris Letters”

Posted in celoteh, things I love, travelling

(Lagi-Lagi) Terdampar di Jogja

Setelah Desember lalu luntang-lantung bersama 5 orang teman di Malioboro, lagi-lagi saya terdampar di Jogja.

Sekitar akhir Februari saya berkata pada seorang teman, “Pengen ikut workshop menulis deh.” Lagi-lagi, Alam Semesta mendengar dan memberi jalan untuk terwujudnya keinginan saya. Tanda Alam Semesta itu berupa kicauan Mbak Windy Ariestanty mengenai sebuah acara bertajuk Kanca. Kanca adalah sebuah festival berbagi ilmu dan belajar bersama teman-teman yang dituan rumahi oleh Writing Table di mana Kak Windy merupakan salah satu founder-nya. Tanpa pikir 2x, saya langsung mendaftar untuk 2-day pass. Yap, festival ini berlangsung selama 2 hari, pada tanggal 18 dan 19 Maret 2017.

Continue reading “(Lagi-Lagi) Terdampar di Jogja”