Kedai Kopi 170, Bandung

Pagi itu, hari Sabtu terakhir saya di kota Bandung, terbersit keinginan untuk menikmati sarapan dengan ngopi dan ngeroti di kafe karena teringat nikmatnya sarapan semacam itu di Kafe Purnama setelah bersepeda sepagian. Dengan bantuan Google Maps, saya mencari kafe terdekat dari posisi saat itu dan sudah buka pada pukul 8. Saya tertaut pada Kedai Kopi 170, namanya dan penampakannya pada foto memberikan kesan tempo dulu. Berangkatlah saya ke Jalan Naripan no. 99.

Jalan Naripan terhitung sepi. Tidak banyak mobil dan motor melintas yang kerap membuat saya merasa keder di atas sepeda. Kedai Kopi 170 tidak sulit ditemukan. Papan besar di kiri jalan itu segera saja tertangkap oleh mata. Kedai ini ternyata berbagi lahan dengan Coffee & John. Yang paling membuat saya terkejut serta senang adalah adanya tempat parkir sepeda.

IMG20170715083927
Bar Kedai Kopi 170

Suasana sangat sepi. Hanya ada 1 meja yang diisi pasangan paruh baya ketika saya masuk. Saya memilih tempat duduk di sebelah dinding berjendela, di seberang bar. Dari jendela ini saya bisa melihat ruangan Coffee & John. Jika Kedai Kopi 170 ber-setting dalam ruangan, maka Coffee & John ber-setting luar ruangan.

IMG20170715085001
Coffee & John

Makanan dan minuman dapat dipesan dari menu Kedai Kopi 170 maupun Coffee & John. Menu Kedai Kopi 170 bervariasi mulai dari makanan ringan hingga berat. Saya yang sedang keranjingan kaya toast tak pusing dalam menetapkan pilihan. Sementara menu Coffee & John sempat membuat saya mengalami dilema. Berbagai jenis kopi tercantum dalam menu yang tampilannya pun langsung membuat saya berdecak itu. Awalnya, saya sudah begitu excited ingin mencoba black coffee. Supaya seperti sastrawan, seniman, atau pecinta kopi gitu… Tapi ketika membalik-balik halaman menu, akhirnya pilihan saya lagi-lagi tertumbuk pada Affogato dan hot chocolate. Setelah perdebatan panjang di dalam batin, saya memilih yang kedua.

Kaya toast-nya ternyata menggunakan selai kaya pandan. Pinggiran rotinya garing hasil pemanggangan. But well, not the best toast I have ever tasted. Hot chocolate-nya sebenarnya saya suka, tapi susu pada bagian atasnya justru mengacaukan rasa. Mungkin saya seharusnya memang memesan kopi saja. Toh, saya datang ke kedai kopi, tapi malah memesan coklat.

Ketika mengedarkan pandangan, saya melihat sebuah poster di dinding. Sebuah promo. Kedai Kopi 170 memberikan diskon setiap Sabtu dan Minggu bagi mereka yang datang menggunakan sepeda. Betapa beruntungnya saya ya.

Untuk mendapatkan diskonnya pun mudah. Saya cukup memberitahu mbak kasir kalau saya datang dengan menggunakan sepeda dan diskon langsung diberikan. Dia tampaknya juga tidak mengecek kebenaran kata-kata saya, entah… mungkin rekan kerjanya yang mengecek… atau tampang saya cukup kucel untuk menjadi tampang seseorang yang habis bersepeda.

Mungkin suatu hari saya akan kembali lagi. Ke Coffee & John. Untuk mencoba black coffee-nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: