[Review] All You Need is Love

IMG_20170723_171518

 

Judul                    : All You Need is Love
Penulis                 : Fakhrisina Amalia
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit       : 2015
Jumlah halaman : 240 halaman

“Kau pernah dengar tentang Brigadoon? Sebuah tempat yang hanya muncul setiap seratus tahun sekali.”

All You Need is Love adalah cerita tentang cinta yang mengambil legenda sebagai bumbunya. Dan dengan begitu Fakhrisina telah berhasil membuat saya berkutat dengan Google saking penasarannya dengan Skotlandia dan Brigadoon. Ternyata selain Loch Ness, Highland-Skotlandia masih menyimpan misteri yang lain.

Ketika membaca sinopsis buku ini, saya beranggapan akan menemukan cerita yang 100% berlatar luar Indonesia. Ternyata tidak. Tokoh utamanya, Katrina, adalah gadis Indonesia, dengan ibu berdarah Skotlandia. Di bagian awal dikisahkan mengenai kehidupan Katrina sebagai pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta dengan kisah cintanya. Beberapa bagian membuat saya tersenyum, manisnya masa pendekatan. Keputusan Katrina untuk menyudahi hubungannya dengan Aiden membuat saya mengernyit.

Untuk mengobati rasa sakit akibat putus hubungannya dengan Aiden, Katrina mengiyakan ajakan mamanya ke Skotlandia. Kedatangannya yang kali pertama ini mendapat sambutan hangat dari nenek, paman, bibi, serta sepupunya, Mac. Namun, Istas, sepupunya yang lain terlihat sangat tidak suka dengan kehadirannya.

Di Skotlandia inilah akhirnya Katrina mengetahui asal usulnya yang sesungguhnya. Neneknya menceritakan padanya rahasia yang telah digenggamnya sendiri selama bertahun-tahun. Rahasia yang ada hubungannya dengan Brigadoon. Pada bagian ini Fakhrisina langsung memindahkan setting cerita ke tahun 1954 dengan sudut pandang cerita dari Grania Ewan, nenek Katrina.

Pemilihan tahun yang tidak sembarangan, menurut saya. Dari informasi yang saya peroleh, Brigadoon terakhir terlihat pada tahun 1754. Namun sayangnya, Fakhrisina kurang berhasil memikat saya dengan deskripsinya mengenai alam Brigadoon. Beberapa kali dia justru mengatakan betapa alam Brigadoon begitu indah dan menyerupai lukisan.

 

“Kita saling jatuh cinta. Sayangnya kita tak bisa bersama.”

Seperti yang tertera disampulnya, All You Need is Love ingin menyampaikan agar kita tetap memiliki cinta di hati dan memperjuangkannya meski keadaan begitu sulit.

Fakhrisina mencoba memberikan tragedi cinta Katrina yang pertama untuk membentuk traumanya. Akibatnya, dia merasa tidak mampu menghadapi tantangan yang membentang antara dia dengan Aiden. Namun, kisah cinta nenek dan kakeknya kemudian memberinya pelajaran bahwa cinta dapat mengubah keadaan menjadi lebih baik. Sebaiknya, kita tidak membuang cinta begitu saja dari hati ketika bertemu dengan hambatan.

 

“Karena tanpa cinta, takkan ada lagi yang tersisa”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: