[Review] Tiny Acts of Love

Judul : Tiny Acts of Love
Penulis : Lucy Lawrie
Penerbit : Bentang Pustaka
Jumlah halaman : viii + 416 halaman
Tahun terbit : 2016

Bayangan indah menjadi ibu baru sirna seketika saat bayi mungil itu benar-benar tiba di dunia. Jeritan bayi tujuh oktaf, serangan ompol, perampasan hak tidur malam, kewajiban menyusui, hingga omelan orangtua yang merasa lebih berpengalaman, sungguh membuat Cassie kewalahan. Ditambah lagi, karena kecerobohan konyol yang dibuat Jonathan, suaminya, membuat Cassie terpaksa tetap bekerja pada saat cuti melahirkan. Mimpi buruk yang jadi kenyataan!

Di tengah tekanan pekerjaan dan kecemasan pasca-melahirkan yang tiada henti, Cassie memutuskan mencari dukungan dari teman-teman seperjuangan, kelompok ibu muda Babycraft. Sayangnya, kelompok itu justru semakin membuat Cassie depresi. Perbedaan pola asuh anak di Babycraft membuatnya nyaris gila. Sebut saja melahirkan normal atau dengan bius, ASI atau susu formula, popok kain atau instan, dan semacamnya masih banyak lagi. Cassie pikir, ibu-ibu itu sungguh menyeramkan!

Pada saat-saat sulit seperti itu, Cassie sangat berharap ada seseorang yang bisa diajaknya berbagi beban. Jonathan? Kali ini Cassie sulit mengandalkannya. Makin hari ia merasa mereka sudah berbeda frekuensi. Lalu, dosa yang melenakan itu datang, Malkie. Mantan kekasih Cassie yang telah empat kali memutuskannya ini kembali menemuinya, menawarkan hati dan kebahagiaan baru. Di tengah kemelut batinnya, Cassie mulai meragu, apakah ia menikahi orang yang salah?

Tiny Acts of Love bercerita tentang Cassie yang harus menghadapi berbagai problema ibu baru. Di tengah rasa sayangnya yang melimpah pada Sophie, putrinya, dia merasakan kecemasan-kecemasan yang berlebihan. Usahanya untuk mengurangi beban pikiran dengan bergabung dalam Babycraft justru membuatnya semakin tertekan. Sementara suaminya terasa tak acuh dengan situasi tersebut. Masalah menjadi semakin banyak ketika masa cuti melahirkannya habis dan Cassie harus kembali bekerja.

Kisah yang dituangkan dalam Tiny Acts of Love berasal dari pengalaman pribadi penulis, Lucy Lawrie, sendiri. Lawrie menjadikan menulis sebagai sarana menyampaikan segala keresahannya sebagai ibu baru. Karena itu, kisah ini terasa nyata dan tidak janggal.

Masalah yang ditawarkan sangat kompleks. Selain mengenai hebohnya pengalaman awal menjadi orang tua, juga konflik dalam pekerjaan, pertemanan, cinta, serta rumah tangga. Lawrie bahkan membubuhkan bumbu misteri dalam rupa pesan-pesan anonim serta rahasia masa lalu Jonathan, suaminya.

Novel ini tidak akan membuat kita bosan dengan dengan pengenalan tokoh dan situasi yang panjang. Sejak awal kita sudah disuguhi kerepotan Cassie akan bencana yang tanpa sengaja diciptakan oleh suaminya. Kemudian satu demi satu masalah susul menyusul.

Lawrie memberikan solusi yang baik sebagai penutup Tiny Acts of Love. Bagaimana tokoh-tokohnya berubah sikap dan menjadi dewasa dalam menghadapi fase baru kehidupan mereka.

Tiny Acts of Love dapat menjadi panduan yang cocok bagi calon ibu maupun ibu baru. Kisah ini menunjukkan betapa komitmen, rasa percaya, dan kesetiaan sungguh diuji ketika kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya dimulai, yaiti saat hadirnya seorang anak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: