Posted in celoteh, things I love, travelling

(Lagi-Lagi) Terdampar di Jogja

Setelah Desember lalu luntang-lantung bersama 5 orang teman di Malioboro, lagi-lagi saya terdampar di Jogja.

Sekitar akhir Februari saya berkata pada seorang teman, “Pengen ikut workshop menulis deh.” Lagi-lagi, Alam Semesta mendengar dan memberi jalan untuk terwujudnya keinginan saya. Tanda Alam Semesta itu berupa kicauan Mbak Windy Ariestanty mengenai sebuah acara bertajuk Kanca. Kanca adalah sebuah festival berbagi ilmu dan belajar bersama teman-teman yang dituan rumahi oleh Writing Table di mana Kak Windy merupakan salah satu founder-nya. Tanpa pikir 2x, saya langsung mendaftar untuk 2-day pass. Yap, festival ini berlangsung selama 2 hari, pada tanggal 18 dan 19 Maret 2017.

Untuk meminimalkan budget, saya memilih kereta api Kahuripan sebagai sarana transportasi menuju dan dari Jogja. Kereta api ekonomi bersubsidi ini memasang tarif Rp 84.000 per tiketnya. Mencari penginapan adalah hal tersulit. Ini dikarenakan kriteria penginapan ideal menurut saya cukup pelik, yaitu:

1. Range tarif: Rp 100.000 – Rp 200.000

2. Bersih dan bukan hotel yang “berbahaya”. Apalagi saya akan menginap seorang diri saja.

3. Dekat dengan lokasi Kanca, yaitu Green Host Boutique Hotel.
Well, sebenarnya untuk peserta Kanca yang mau menginap di Green Host diberikan tarif spesial. Tapi tetap saja, angka yang muncul masih jauh melebihi budget. So, no.

4. Ada AC dan TV.
Since ini kota Jogja, jadi AC adalah sebuah keharusan. Sedangkan untuk TV, saya bukan pecandu TV sesungguhnya. Bahkan di kos pun saya hidup tanpa TV. Tapi agaknya saya masih terbawa kenikmatan stay di kamar ber-TV saat menginap di Batu pertengahan Februari lalu.

Pelik bukan? Ingin fasilitas kece dengan harga murah meriah. Singkat cerita, setelah galau berhari-hari dan mengecek semua penginapan di Prawirotaman, saya menemukan Metro Guest House yang bekerja sama dengan Airy Rooms. Untuk sebuah kamar double bed dilengkapi AC dan TV, saya mengeluarkan dana Rp 236.600 per malam. Pada akhirnya salah satu kriteria memang harus digugurkan. Ini mungkin seperti mencari jodoh. Kita tidak bisa menemukan pintar, tampan, baik hati, dan koaya raya dalam satu pribadi *sigh*

Saya sempat berpikir untuk menyewa kamar selama 2 malam. Karena Kahuripan akan menurunkan saya di Jogja pukul setengah 5 pagi. Acara dimulai pukul 10. Dan saya harus mandi dulu. Tapi menyewa penginapan untuk tanggal 18 Maret pagi akan membengkakkan biaya perjalanan ini. Jadi saya mengurungkannya. Berpikir bahwa saya masih bisa mandi di kamar mandi Stasiun Lempuyangan.

But you know what? Lempuyangan tidak memiliki kamar mandi. Begitu tiba di Lempuyangan, saya hanya menemukan deretan toilet yang bahkan debit air di klosetnya sangat kecil. Saya sampai miris ketika mencoba melakukan flushing. Jadilah saya terduduk di kursi tunggu sembari memikirkan harus mengungsi kemana. Ada 4 alternatif:
1. Masjid
But well, I’m just a stranger.

2. Gereja
Tapi biasanya kan lingkungan gereja terkunci.

3. Pom bensin
Semoga kamar mandinya nggak jorok.

4. Check in ke penginapan terdekat
Penginapan terdekat itu jaraknya cuma beberapa menit berjalan kaki. Menggoda sekali. Jika check in sekarang, setidaknya masih ada 3 jam untuk bermesraan dengan kasur dan saudara-saudaranya. Pilihan yang menggoda. Tapi tidak!

Ketika jarum jam membelah lingkaran jam secara adil kiri dan kanan, saya melangkah keluar dari stasiun dengan sebuah keputusan: singgah di pom bensin. Waktu yang saya miliki masih banyak. Jadi saya berjalan santai sembari menikmati pagi di Jogja yang teduh dan tak dingin menggigit. Di kiri jalan saya mulai menemukan ibu-ibu yang menjual bubur bayi, begitu yang tertulis di spanduk panda mejanya. Kemudian gudeg. Lalu penjual gorengan dan nasi kucing. Kemudian penginapan yang saya lihat di peta Google. Juga masjid dan gereja. Dari Jalan Hayam Wuruk saya berbelok ke Jalan Suktan Agung, sebuah jalan besar. Dari sini saya belok terlalu cepat sehingga alih-alih tiba di Jalan Taman Siswa, saya berada di Jalan Bintaran Wetan. Tapi tak apa, belok kiri di depan lalu belok kanan, maka tibalah saya di Jalan Taman Siswa.

Ada beberapa toko oleh-oleh di Jalan Taman Siswa ini, membuat saya ingin mampir malam nanti, menguras dompet dan memenuhi tas dengan cemilan. Di sini saya berubah pikiran. Pom bensin yang saya tuju adalah yang paling dekat dengan lokasi acara. Namun masih jauh dari posisi saya saat ini. Saya mulai melirik Alfamart atau Indomaret sebagai tempat untuk singgah.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Yang dipikirkan muncul tak lama kemudian. Saya menyebrang jalan dan masuk ke minimarket dengan dominasi warna biru itu. Tanpa babibu menanyakan di mana kamar mandinya. “Di ujung, Mbak. Di bawah tangga,” jawab Mas penjaga mesin kasir sembari menunjuk ke sudut.

Saya beranjak ke sana. Lalu bingung. Di sudut memang ada ruang kosong di sebelah rak, tapi kelihatannya sempit sekali. Jangan-jangan saya salah tangkap. Mungkin maksud masnya, pintu ada di sebelum rak ini. Saya mundur beberapa langkah. Ternyata di sana seluruhnya adalah dinding. Saya kembali lagi ke sudut. Kali ini benar-benar berjalan hingga ujung tanpa lebih dulu berasumsi. Benar saja. Ada lubang yang cukup besar untuk dilalui manusia di sana. Lalu sebuah tangga. Menengok ke kiri, kamar mandi itu menanti saya di sana. Bersih dan tak berbau. Saya sudah tak sabar untuk mandi.

Berusaha untuk tidak melewatkan waktu terlalu lama di sana, saya mandi secepat mungkin. Kemudian membeli sebotol air mineral dan satu cup caffe latte. Menunggu pada kursi-kursi di depannya.

Pukul setengah sembilan saya mengulik aplikasi ojek online untuk menuju GreenHost. Jaraknya sudah sangat dekat. Untuk menuju ke sana, saya cukup mengeluarkan Rp 2.000,- saja.

Dengan mendaratnya saya di GreenHost, saya resmi tidak lagi menggelandang di Jogja.

Advertisements

Author:

a human being... trying to have a meaningful life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s