Posted in celoteh, life, things I love

Goblin, Sebuah Drama Tentang Hypophrenia

Hypophrenia adalah keadaan di mana kita merasa sedih secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.

Akhir-akhir ini aku mengalaminya. Menjadi sedih secara tiba-tiba. Benar-benar mendadak, tanpa alasan apapun. Aku jadi teringat pada Ji Eun Tak, sang pengantin goblin. Sejak Kim Shin menjadi abu dan hilang dari dunia fana, ingatan tentang dirinya dihapus dari dunia, termasuk dari memori Eun Tak. Thus, Eun Tak kerap mengalami kesedihan mendalam yang datang begitu saja tanpa dia mengerti kenapa. I guess, memori bisa dihapus dari otak, tapi perasaan tidak bisa begitu saja dihapus dari hati. Ya, kan? Saking putus asa dan tak mengerti, Eun Tak sampai membayar jasa psikiater.

Aku pun kemudian menceritakan hal ini pada seorang teman.
“Pernah sedih out of the blue ngga?”
“Pernah. Sering ding. Kenapa? Kamu?”
“Iya ni, akhir-akhir ini.”
“Ada kejadian dalam waktu dekat yang menyita hati dan pikiranmu ngga?”
“Iya, sepertinya.”

Dia kemudian memberiku 2 buah link. Pada salah satunya diceritakan bahwa merasa sedih tiba-tiba tanpa alasan adalah wajar. Ini disebut hypophrenia. Biasanya terjadi karena perasaan kehilangan mendalam atau pengalaman traumatis. Tautan yang lain adalah situs konsultasi. Dokter yang menangani mengatakan bahwa manusia memang memiliki naluri dan alam bawah sadar. Keduanya membuat kita melakukan sesuatu tanpa alasan, seperti ingin makan meski tidak lapar. Sementara bila kita memendam perasaan dalam-dalam, perasaan itu akan masuk ke alam bawah sadar.

Ini membawa ingatanku kembali ke Goblin. Kali ini pada sosok jeoseong saja a.k.a grim reaper a.k.a malaikat pencabut nyawa. Tokoh yang satu ini bisa tiba-tiba menitikkan air mata dan merasa sedih saat menatap lukisan maupun reinkarnasi wanita yang dia cintai di kehidupan sebelumnya. Otaknya memang tidak lagi memiliki memori tentang sang kekasih, tapi hati dan alam bawah sadarnya ‘ingat’.

Entah sang penulis skenario sengaja atau tidak, menyadarinya atau tidak, Goblin adalah sebuah drama mengenai hypophrenia.

Sedangkan aku? Sedihku ini karena hormon. Bukan karena kamu. Once my PMS is over, I’ll be okay.

Referensi:
http://www.ngasih.com
– curhatcenter-tanyapsikolog.blogspot.co.id

Advertisements

Author:

a human being... trying to have a meaningful life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s