My Most Favorite Part in “Sabtu Bersama Bapak”, But…

Ini adalah bagian yang paling saya sukai dari novel “Sabtu Bersama Bapak” karya Adhitya Mulya.
Selama ini khalayak berkata hendak mencari seseorang yang lebih kuat agar mampu untuk semakin menguatkan dirinya. Hal ini sempat membuat saya bingung. Katakanlah laki-laki A dan perempuan B. Kedua menginginkan pasangan yang lebih kuat imannya daripada diri pribadi. Iman B lebih kuat daripada A. Tentunya ini sesuai dengan kriteria yang dicari oleh A. Namun bagaimana B menilai A?
Sekarang bila kita tambahkan laki-laki C yang imannya lebih kuat daripada B. C adalah laki-laki dambaan B, tapi bagaimana C menilai B? Begitu seterusnya… berapapun orang yang terlibat tidak akan ada 2 insan yang merasa saling cocok karena masing-masing menginginkan pasangannya lebih dari dirinya.
Adalah Adhitya Mulya yang memberikan pencerahan dalam kekusutan pikiran saya ini. Dalam bukunya dia menuliskan bahwa untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing individu. Di sini dia menggunakan analogi “3 x 3” serta “3 – 3”. “3 x 3” menggambarkan 2 orang yang sama-sama kuat, ketika bersama mereka dapat menjadi kesatuan yang jauh lebih kuat lagi. “3 – 3” menggambarkan seorang yang kuat dengan pasangan yang lemah, waktu mereka habis dengan yang satu mengisi kelemahan (berusaha menguatkan) yang lain.

Saking terpesonanya saya dengan gebrakan Adhitya Mulya ini, petuah yang tertulis dalam 2 halaman ini melekat kuat dalam benak. Bahkan merajai lamunan dan permenungan saya.

image

image

Dalam lamunan-lamunan saya itulah kemudian saya menemukan beberapa hal yang kurang pas dalam pendapat Adhitya Mulya.
1. Dia menuliskan “Saya gaj akan mencari perempuan yang melengkapi saya”. Tapi di sana dia mengutip (dan setuju dengan) kata-kata Oprah Winfrey “Find someone complementary, not supplementary”. Bukankah complementary berarti memiliki sifat melengkapi?
Menurut saya, quote dari Oprah sudah tepat. Menurut saya lagi, maksud dari Adhitya Mulya juga memang seperti quote itu. Hanya saja ketika dia memasukkan “saya gak akan mencari perempuan yang melengkapi saya”, itu mengacaukan keseluruhannya.

2. Mungkin ini adalah typo yang tidak disengaja, but well… it gave a really different meaning. Pada novel tersebut tertulis “Find someone complimentary…” di mana seharusnya adalah “Find someone complementary”. Complimentary sendiri berarti bersifat memberi pujian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: