Posted in fiction

Akhirnya Aku Mendengar Suaramu

Akhirnya aku mendengar suaramu.
Beberapa bulan terakhir benar-benar menguji kesabaranku. Aku hanya bisa membayangkan seperti apa sosok dirimu. Hanya bisa menerka seperti apa rasanya menyentuhmu, menemukan hadirmu dalam pandangan mataku.
Aku berjuang memenuhi semua ketentuan yang mereka katakan agar dapat bertemu denganmu. Aku makan dengan baik, beristirahat cukup, berpikir dan merasa positif. Aku menjaga diriku dengan baik karena dengan demikian akupun menjagamu. Hari-hariku berisi doa-doa agar pertemuan kita lancar. Aku bahkan sudah mempersiapkan berbagai hal yang akan kau perlukan nantinya. Aku ingin memastikan kau merasa nyaman ketika tiba di tempat ini.
Jantungku berdegup lebih kencang ketika hari ini akhirnya tiba. Aku cemas. Tapi ibuku berkata semua akan baik-baik saja. Katanya pertemuan denganmu akan menjadi satu momen paling membahagiakan dalam hidupku hingga aku tak ingat lagi yang lainnya.
Perjuangan berbulan-bulan itu mencapai puncaknya hari ini. Selama beberapa jam terakhir merupakan saat-saat paling meresahkan. Bukan karena jalan yang harus kutempuh, tapi karena kesadaran bahwa saat pertemuan denganmu hanya sejengkal lagi. Aku tak sabar.
Dengan uluran tangan mereka yang ada di sekitarku, aku akhirnya mendemgar suaramu. Tangisan yang memenuhi seluruh ruang bersalin saat paru-parumu bersentuhan dengan udara dunia untuk pertama kalinya. Selamat datang, Anakku. Akhirnya kita berjumpa.

Advertisements

Author:

a human being... trying to have a meaningful life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s