Ada Apa Dengan Cinta Mini Drama

Adalah cinta yang mengubah jalannya waktu
Karena cinta, waktu terbagi dua
Denganmu dan rindu untuk membalik masa

Jadi, aku sudah nonton mini drama ini 5 kali. Aaahh…

Pertama kali tahu Line akan menghadirkan kembali Ada Apa Dengan Cinta dalam bentuk mini drama sebagai sarana promosi fitur Find Alumni-nya, aku langsung protes. Bukan karena film favorit itu bakal dibuat kelanjutannya (yang biasanya butut, apalagi mengingat Ada Apa Dengan Cinta the series yang dulu pernah ada). Namun lebih karena “Kok Rangga menghilang selama 12 tahun tanpa kabar?? Rangga kan nggak gituuuuuuuuu… Dia bilang pada satu purnama dia akan kembali!! Bukan karena kamu. Bukan karena siapa. Tapi karena aku ingin kamu! Dan Rangga kan bukan PHP…”

Yep. Di mini drama ini memang menceritakan Rangga serta Cinta cs 12 tahun kemudian. Masing-masing sudah bekerja. Rangga sendiri bekerja di New York. Dikisahkan dia harus mengadakan perjalanan bisnis ke Jakarta. Membaca kata ‘Jakarta’ inilah kenangan kembali muncul di benak Rangga. Akhirnya, melalui fitur Find Alumni, Rangga menemukan kontak Line Cinta. Dikirimkannyalah pesan. Pesan yang benar-benar singkat (dan entah kenapa aku suka sekali): Cinta?

Aku suka ekspresi tak menentu dari Cinta setelah membaca pesan itu. Kalimat balasan yang telah ditulisnya dihapus kembali. Aku suka ketika dia menulis: Kamu kemana aja. Rasanya… memang itulah respon yang benar-benar dari dalam hati. Tapi kalimat ini dia hapus. Akhirnya balasan yang dikirim hanyalah kalimat formal.

Di pesan berikutnya, Rangga tak menggunakan basa-basi dan langsung mengungkapkan tujuannya: mengajak Cinta bertemu. Aku juga suka bagian ini. Terasa adanya urgensi. Bahwa dia hanya memiliki waktu yang singkat. Dan dalam waktu yang singkat itu dia ingin memperbaiki yang telah rusak selama 12 tahun. Sekaligus terasa seperti sebuah kesungguhan, langkah yang mantap, seperti yang pernah dia katakan: aku ingin kamu.

Cinta terdiam. Tentu saja. Manusia mana yang bisa langsung kembali menerima seseorang yang pernah hilang. Apalagi jika jangka waktunya 12 tahun. Adegan-adegan selanjutnya menunjukkan resah dan gelisah baik di pihak Cinta maupun Rangga. Yang satu tak tahu harus bagaimana, yang lain cemas menanti jawab.

Sampai akhirnya Rangga mengirim pesan lagi bahwa besok dia akan kembali ke New York. Lagi-lagi aku suka. Aku suka urgensi dalam pesannya. Tapi tetap, hati butuh penyesuaian kan? Seseorang tidak bisa pergi lalu kembali secara tiba-tiba dan serta merta mendapatkan kembali semua yang pernah dia lepaskan. Cinta menghapus semua pesan dari Rangga.

Pada menit-menit terakhir di bandara, kilasan saat Cinta mengejar Rangga 12 tahun silam mencuat dalam ingatan Rangga. Saat itu dia sudah putus asa. Mungkin nggak akan ada lagi Cinta yang berlarian di bandara demi dirinya. Kemudian diketikkannya satu kalimat: Aku minta maaf. Aku nangis dong di bagian ini!! Entah aku memang selalu tersentuh tiap ada yang minta maaf atau saat itu aku teringat permintaan maaf yang pernah kuterima (kejadian yang saat itu juga membuatku ingusan).

Tapi kemudian Cinta muncul. “Jadi beda satu purnama di New York dan di Jakarta?” adalah kalimat yang diserukannya pada punggung Rangga. Satu kalimat yang juga aku sukaaaaaaaaaaaaa banget. Rasanya sangat mengena. Kemudian mereka bertukar tatap mata. Bertukar senyum. Dan… adegan saat Rangga dan Cinta berciuman dahulu menjadi penutup drama singkat ini.

Detik tidak pernah melangkah mundur
Tapi kertas putih itu selalu ada
Waktu tidak pernah berjalan mundur
Dan hari tidak pernah berulang
Tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru
Untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab

Saat menonton yang kali pertama, aku nggak mengerti maksud puisi yang kedua. Saat menonton yang kali kedua, aku teringat kalimat yang pernah diucapkan padaku: seandainya bisa mengulang waktu, aku … . Saat itulah aku paham maksud puisi ini. Saat menonton yang kali ketiga, aku baru menyadari kalau puisi yang kedua adalah kelanjutan puisi pertama. Dan puisi inilah sebenarnya inti dari drama ini, bahwa waktu memang tidak dapat diulang, tapi manusia bisa selalu memulai kembali dan memperbaiki kesalahan di masa lalu.

o.O.0

Awalnya, aku berpikir apakah Ada Apa Dengan Cinta versi 12 tahun kemudian ini masih bisa menawarkan aroma dari Ada Apa Dengan Cinta yang dulu? Personil-personil sendiri sudah jauh berbeda. Beberapa sudah menikah. Dan tentu saja sudah banyak mengambil peran dalam berbagai drama selama selang 12 tahun. Apalagi Titi Kamal yang paling banyak muncul di layar kaca dengan judul sinetron yang seabrek. Apakah aku masih bisa melihat sosok Maura dan bukannya seorang Titi Kamal?

Ternyata semua keraguanku terbukti salah. Dalam drama ini aku nggak melihat adanya Nicholas Saputra, Dian Sastro, Titi Kamal, Ladya Cherill, Sissy Priscilla, ataupun Adinia Wirasti. Aku hanya melihat Rangga yang cool serta Cinta dan wajah ragunya. Pun keempat aktris yang lain mampu membawakan kembali sosok sahabat-sahabat Cinta dengan begitu apik! Wow! Aku kagum! Serius! Meski setelah sekian kali menonton, aku jadi merasa aneh karena karakter mereka sungguh tak berubah (yah, hal ini masih mungkin si). Karmen yang tomboy masih tetap dengan nasehat tegasnya. Milly masih dengan komentar-komentar polosnya. Maura yang demen banget sama cowok langsung menyarankan Cinta dengan laki-laki lain. Dan Alya, yang tampak paling lemah pun selalu penuh perhatian, satu-satunya yang menangkap gelisah Cinta dan memberinya nasehat untuk berpikir masak-masak agar dia tak menyesal. “Bener ngga ada yang pengen lo sampein lagi? Karena semua orang bisa mulai dari awal.” Aku nangis!! Aku nangis tiap kali Alya ngomong gini. Suara yang syahdu, mimiknya yang penuh empati itu mendukung kalimat ini banget. Rasanya bener-bener… pas kena hati.

Drama ini memperkuat tiap adegannya dengan salah satu original soundtrack Ada Apa Dengan Cinta yang berjudul Bimbang. Musiknya yang melankolis mendampingi akting resah aktor dan aktris utama dengan apik. Apalagi buat yang tahu liriknya, kebimbangannya semakin terasa. Haha… Belum lagi adegan-adegan flashback yang merupakan potongan kejadian dari film terdahulunya. Benar-benar menimbulkan nostalgia. Apalagi ketika Rangga melihat buku Aku dan langsung teringat ketika Cinta menyapanya di perpustakaan.

Well, “Semua orang bisa mulai dari awal,” kata Alya. Tapi nggak berarti semua awal itu seperti Cinta dan Rangga yang menjalin kisah cinta mereka lagi. Beberapa awal bisa jadi adalah kisah persahabatan atau pertemanan 🙂

0.O.0

P.S Kalau kau beranggapan bahwa Rangga itu kejam karena menghilang selama 12 tahun lalu tiba-tiba kembali dan ngajak ketemuan, maka kita tidak di sisi yang sama. Karena sekalipun seandainya aku bukan penggemar Rangga, aku percaya setiap orang yang menghilang memiliki alasannya. Dan hati yang menyayangi akan selalu mampu menerima alasan tersebut beserta pemiliknya. Maka dari itu, bawalah serta otak dalam mengambil keputusan ;p

Advertisements

2 thoughts on “Ada Apa Dengan Cinta Mini Drama

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: