Posted in celoteh, life

Bercanda Itu…

Dengan maksud mengakrabkan suasana pertemanan tak jarang kita melontarkan candaan. Seringkali candaan itu mengarah pada individu tertentu tanpa maksud menyerang. Namun, bisa jadi orang tersebut merasa tersinggung. Jadi, batasan-batasan seperti apakah yang perlu kita ambil agar candaan kita tidak menyinggung perasaan orang lain?

Seorang teman memberikan saya jawabannya. Bercanda itu…
1. nggak main nama
Kesel kan kalau nama yang merupakan doa orang tua bagi kita dan sudah dipikirkan baik-baik, dipilih dengan penuh pertimbangan diubah seenaknya… Masih mending kalau diubah jadi lebih baik. Nyatanya, nama-nama baru yang muncul selalu memiliki makna yang tidak lebih baik.
Saya pribadi sering merasa jengah bila nama panggilan kurang pas di hati (meski itu adalah suku kata yang merupakan bagian dari nama saya sendiri). Apalagi bila nama diutak-atik seenaknya.

2. nggak main fisik
Well, yang satu ini memang sensitif banget. Kalau belum kenal banget dan tahu karakternya seperti apa bercandaan menyinggung fisik sangat penting untuk dihindari. Apalagi kalau yang dijadiin objek perempuan. Apalagi kalau perempuan itu lagi PMS! Siap-siap dicincang!

Teman ini hanya menyebutkan 2 poin di atas, tapi menurut (pengalaman) saya pribadi, satu poin lagi perlu ditambahkan, yaitu…

3. nggak main perasaan
Yup! Perasaan. Bercanda dengan menjodoh-jodohkan sepasang manusia sudah jadi hal yang umum. Hal ini tentu tidak salah dan malah bikin hidup lebih asik. Tapi tunggu… Yang perlu diperhatikan di sini adalah apakah memang ada perasaan yang spesial di antara kedua orang tersebut, entah datang dari salah satu pihak atau keduanya. Karena kalau iya, candaan ini bisa saja berubah jadi mempermainkan perasaan manusia seolah hati mereka hanyalah bahan candaan, objek tertawaan, pemeriah suasana layaknya manusia-manusia pencari sensasi di layar kaca.
Tentunya, sehebat apapun akting seseorang, reaksinya ketika digodai pasti kentara. Bila dia menjadi salah tingkah, wajah memerah, atau tersipu-sipu, itu tandanya candaan dengan menjodoh-jodohkan ini harus dihentikan.

Teman saya juga menambahkan
“Bercanda itu ketika kita tertawa dan dia (individu yang menjadi sasaran) juga tertawa. Saat hanya kita yang tertawa, berarti hal itu bukanlah candaan dan harus dihentikan.”

Mari berhati-hati dalam bercanda. Jangan sampai ingin menghangatkan suasana malah melukai perasaan 😉

Advertisements

Author:

a human being... trying to have a meaningful life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s