It (Always) Teaches You Something

Apa menurutmu jatuh cinta satu kali, pacaran satu kali, menikah dan hidup bersama selamanya; kesemuanya hanya dengan 1 orang yang sama itu romantis? Indah?
Well, you may be right. Tapi menurutku, jatuh cinta (dan patah hati) berkali-kali itu lebih baik. Karena pengalaman itu selalu mengajarkan sesuatu.

Aku, misalnya. Sampai detik ini aku telah jatuh cinta (dan patah hati) 3 kali. Pengalaman yang pertama mengajarkanku bahwa cinta tidak akan bertahan selamanya jika jatuh pada orang yang memang tidak ditakdirkan untuk kita. Saat itu aku yang masih idealis termakan kisah-kisah fiksi dan lirik-lirik lagu romantis berpikir bahwa satu perasaan cinta itu untuk selamanya, bahwa kita dapat menunggu berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun. Ternyata tidak. Kekuatan Yang Luar Biasa akan membantumu melupakannya… dan hidup terus berjalan. Lalu kau jatuh cinta lagi šŸ™‚
Maka dari itu, ketika pengalaman serupa terjadi lagi, aku sudah siap. Siap jika semua tidak berjalan lancar, maka ini akan berhenti di sini. Bahwa kami memang tidak akan ada di masa depan satu sama lain. Tapi pengalaman ini mengajarkanku satu hal lain: kita memang tidak bisa menentukan kapan, di mana, atau bagaimana kita jatuh, tapi kita bisa memutuskan apakah kita akan terus berada di situ atau bangkit dan meneruskan perjalanan.
Pengalaman ketiga adalah pengalaman yang menurutku magical. I didn’t even know how or when it started, tiba-tiba saja aku merindukan hadirnya dalam tiap detik waktuku. Yang ketiga ini juga yang memberiku paling banyak pelajaran; membuatku jauh lebih mengenal diriku sendiri. Membuatku memahami bahwa patah hati itu indah; karena saat itu kau jadi tahu siapa yang sungguh ada untukmu, bahwa kau memiliki teman-teman yang berharga.

Bahagialah mereka yang jatuh cinta (dan patah hati) berulangkali. Mereka beroleh kesempatan merasakan banyak hal yang ada di dunia ini. Menikmati berbagai perasaan yang bisa ditawarkan oleh kehidupan ini. Memetik bermacam pelajaran yang diajarkan tiap pengalaman.

Update:
I’ve been experienced the fourth. Kali ini pelajaran yang aku dapat saaaaangat banyak. Mulai dari bahwa aku harus belajar mengalah (aku harus banyak belajar nih karena aku terlalu senang hidup sendiri, bebas, sampai enggan menikah), berkomunikasi (ini juga harus belajar banyak banget. Kembali lagi karena aku senang hidup sendiri dan pendiam), sampai bahwa aku harus belajar memasak!!

Pengalaman ini juga memberitahuku, “Kamu tuh bisa lho nyaman sama orang lain. Di dunia ini tuh ada orang yang bisa membuatmu mau menceritakan segaaaaalanya.” Walaupun sekarang kadang aku masih ragu, kadang aku masih berpikir jangan-jangan yang bisa membuatku nyaman ya cuma dia, trus udah, finito, tamat.

Aku juga belajar untuk tegas pada pilihan dan keputusanku. Sejak lahir sampai sekarang aku selalu seperti kapal yang terombang-ambing. Mulai dari masalah sepele seperti memilih antara menghabiskan malam Minggu dengan membaca novel di kamar atau hang out dengan teman-teman. I love both! I want to do both! Sampai masalah crucial seperti bertahan denganmu atau merelakanmu.

Aku belajar bahwa masa lalu cukuplah di masa lalu. Cukup pelajarannya saja yang dibawa, sementara segala penyesalan, kekesalan, kebencian, kenangan, dan saudara-saudaranya biar berlalu karena hanya akan jadi beban.

Terutama, aku belajar bahwa aku harus menjadi utuh sebelum menyatukan diri dengan individu lain. Aku selalu menjadi sosok yang merasa sendiri, aku tidak bahagia dengan keadaanku. Ketika bertemu dengannya dan (for the first time in forever) merasa nyaman, aku berpikir akhirnya aku menemukan rumah. I had someone to run to. After a hard day, I had someone to tell everything. Weekend became more exciting since I had someone to meet. That someone played a huge role in my life. Tapi ternyata pemikiranku salah. Dia cuma pelarianku. That’s why ketika dia pergi, duniaku runtuh.

Seharusnya aku menemukan kebahagiaan dalam diriku sendiri. Seharusnya aku mantap dengan diriku sendiri. Karena pasangan bukanlah pelengkap. Karena kita bukanlah jiwa yang terbelah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: