Posted in dreams, friendship, hiking, life, things I love

Rinjani: Mimpi-mimpi

Tahun Ke-26, Bulan Pertama, Hari Ke-14

Malam-malamku dihiasi mimpi-mimpi dengan satu tema besar yang sama: Rinjani.

Tahun Ke-26, Bulan Pertama, Hari Ke-7

Aku terjaga. Tanganku meraih ponsel; pukul 3 pagi. Mataku menangkap icon berbentuk gagang telepon dalam lingkaran pada sudut kiri atas tampilan layar. Kubuka messenger itu. Puluhan pesan dalam percakapan grup dan sebuah pesan dari Moo yang menanyakan waktu keberangkatan dan kepulangan trip Rinjani.

Mengumpulkan kesadaran, aku membalasnya. Karena terbangun tiba-tiba, kantuk yang masih menguasai menarikku kembali dalam tidur. Namun pesan singkat itu meninggalkan jejak di alam bawah sadarku.
Dalam tidurku, percakapan di grup riuh oleh keikut sertaan Moo dalam trip ini.

Aku terbangun dengan kecewa beberapa jam kemudian, realizing that that was just a dream.
But my next conversation with him that day made me 80% sure that he would join us 😉

Tahun Ke-26, Bulan Pertama, Hari Ke-8

Kecemasanku akan moda transportasi yang akan kami gunakan meracuni alam tidurku. Bukan karena berita-berita tak menyenangkan yang datang mengenai perjalanan menggunakan pesawat, tapi karena pengalamanku sendiri. Pertama kalinya naik pesawat, telingaku sakit bukan main. Katanya, itu karena ada jerawat di telingaku. Dengan turunnya tekanan saat pesawat berada di ketinggian, jerawat itu pun membuat inangnya menderita.

Dalam mimpiku, aku telah melalui semuanya: penerbangan berangkat, perjalanan mendaki dan menurun, serta penerbangan pulang. Saat tiba lagi di Bandung, aku menyadari bahwa kedua penerbangan telah kulalui dengan lancar dan aman tanpa siksaan.

Lagi-lagi aku terbangun, menyadari dengan cemas bahwa semua hanya mimpi.

Tahun Ke-26, Bulan Pertama, Hari Ke-9

Aku berjalan di bawah matahari, di antara hamparan rumput yang hijau, tertawa bersama kalian.

Aku berdiri menapak tanah yang begitu ingin kujejaki sejak lama. Memandang jauh ke sekelilingku, merasa aku telah merangkum seluruh pulau dalam pandanganku.

Aku terbangun, menyadari semua hanya mimpi dan merasa senang. Adrenalinku berpacu, tak sabar hari itu segera tiba.

Tahun Ke-26, Bulan Pertama, Hari Ke-16

Mimpi itu tersimpan bertahun-tahun dalam otakku, menjadi energi bagi setiap langkahku, menjadi tujuan bagi setiap keputusanku.
Semakin kuat dan semakin pekat, dia meresap ke alam bawah sadarku. Menguasaiku.
Dan kini, tak lama lagi, aku akan bisa merasakan mimpi itu dengan seluruh panca indraku… ketika dia menjadi nyata 🙂

Advertisements

Author:

a human being... trying to have a meaningful life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s