Posted in celoteh, dreams, life

Believe in Your Dreams

wpid-screenshot_2014-07-15-07-32-58-1.png

Begitu membaca kutipan 2 kalimat tersebut di kompas(dot)com, adrenalinku berdesir. Detik itu juga aku meluncur ke Twitter dan mencari akun milik gelandang timnas Jerman tersebut. Susah tentu saja. Akun-akun penggemar serta akun palsu bertebaran. Lalu aku memutuskan masuk ke akun salah satu Germany addict dan voila! I found the very tweet. Tiga aksi langsung dilakukan: retweet, favorite, dan screenshot. The latest is really an amazing yet useful technology.

Detik yang sama, aku menjadi penggemarnya. Namun tidak seperti teman-temanku yang benar-benar menggemarinya; kemampuan sepak bolanya dan sebagainya. Aku hanya kagum pada semangatnya… akan mimpi.

I like those who have dreams, have faith in it, never give up on it, and always fight for it.

Just like Walt Disney. And I’m glad he shares his spirit to all of us through the stories he made under the named Walt Disney Pictures.

Dua animasi yang sungguh membekas padaku adalah Planes dan Monsters University.

Dalam Planes diceritakan Dusty Crophopper, sebuah pesawat pertanian yang biasa digunakan untuk menaburkan pupuk, yang bercita-cita menjadi pesawat balap. Tentu saja dunia menertawakannya. Mesin dan tubuhnya tidak dirancang untuk berlari kencang. Tapi Dusty tak mengacuhkan mereka. Dia giat berlatih. Segala manuver dan gaya terbang pesawat balap dilakukannya. Dengan kegigihannya dia mengikuti sebuah perlombaan balap keliling dunia. Peserta lain mencemoohnya, bahkan salah satu dari mereka berusaha menyingkirkannya. Dusty tetap berjuang! He believed in his dream…

and he turned it into reality 🙂

Tak berbeda jauh. Tokoh yang dianggap tak memiliki kemampuan untuk mewujudkan mimpinya dalam Monsters University adalah Mike Wazowski. Monster hijau kecil yang bila dibandingkan dengan monster-monster lain tak tampak menyeramkan. Namun Mike memiliki mimpi untuk menjadi ‘seorang’ Scarer, pekerjaan yang sekaligus tergolong sangat bergengsi di kalangan monster, di Monsters Inc. Teman-temannya meremehkannya, bahkan Dekannya berkata dia memiliki kekurangan yang universitas tak mampu lengkapi: dia secara alami tidak menakutkan. Alih-alih putus asa dan mengasihani diri, Mike berjuang. Berbagai bentuk perjuangan dia lakukan. Belajar dengan rajin hingga mengikuti scare game agar Sang Dekan memberinya kepercayaan bahwa dia mampu belajar menjadi Scarer. Sayangnya, sebuah insiden membuatnya dikeluarkan dari universitas. Apa yang terjadi? Well, banyak jalan menuju Roma. Putus kuliah, Mike masuk ke Monsters Inc. sebagai pengantar surat antar departemen. He did his best here so that he was promoted as a janitor. Then a cafetaria worker. He got closer to his dream when he worked as a Wrangler. Then one day he joined a scare tryout. That’s it! Dari ekspresi di wajahnya, aku bisa merasakan sensasi luar biasa yang bergolak dalam dirinya ketika hari itu tiba… ketika dia berjalan memasuki aula besar berisi jajaran pintu menuju kamar anak-anak untuk ditakuti…

on his first day as a Scarer 🙂

I like Mike Wazowski. He knows his dream and fights for it.

Aku pun pernah mengalami apa yang Dusty dan Mike alami; ditertawakan. Sekali. Dua kali. Tiga kali. Aku tak setangguh mereka, though. I’m really lack of confidence. Aku kerap patah arang dan mempertanyakan kemampuan diriku.

Tapi… Tuhan sungguh baik padaku. He showed me that I could. He gave me a way.

Aku sudah menyukai gunung sejak kecil. Ketika SMP aku berkeinginan tinggal di kaki gunung nantinya dan menghabiskan hari-hari tuaku di sana. Kisah Heidi adalah kisah yang benar-benar menjadi dongkrak bagi keinginanku itu. Betapa tidak. Aku tergoda dengan pemandangan indah, udara segar, dan memerah susu sapimu sendiri lalu mengolahnya jadi keju :9 Tapi aku adalah gadis kecil, anak rumahan waktu itu. Tak pernah kemana-mana tanpa orang tua. Dunia luar bagiku adalah samudra kelam yang mengerikan. Aku mulai bertanya, “Bisakah?”

Saat SMA, kegemaranku akan menulis mulai tumbuh. Yang menjadi dongkrakku kali ini adalah sebuah novel berjudul “Cewek!!!” karya Esti Kinasih. Sebuah novel tentang pendakian gunung. Dan aku mulai berharap kelak aku bisa seperti tante ini. Seorang perempuan yang mendaki gunung lalu menuangkan pengalaman tersebut dalam sebuah kisah fiksi yang indah. Setinggi pemikiran ini memompa adrenalinku, sebesar itu pula dia membuat nyaliku ciut. Aku tak yakin.

Dan aku tak pernah mengucapkan mimpi ini pada siapapun. Karena aku tahu apa yang akan mereka katakan tentang mimpiku ini. Hanya lembar-lembar jurnal harian yang tahu betapa aku ingin, betapa aku merasa tak mampu.

Seperti yang sudah kukatakan, Tuhan sungguh baik. Dia tunjukkan bahwa tak ada yang mustahil. Alhasil, aku yang mengetik tulisan ini malam ini adalah aku yang sudah mencicipi beberapa pendakian di beberapa gunung. Kini tinggal ketekunan dan kedisplinan saja yang diperlukan untuk menuangkannya dalam karya fiksi 🙂

Sekarang, setiap aku menengok kembali ke masa lalu, aku sadar aku selalu kurang percaya pada diriku. Aku selalu merasa tidak bisa dan tidak akan pernah bisa. Tapi nyatanya, aku bisa! Dulu aku pikir aku  tidak akan mampu naik eskalator sendiri tanpa genggaman tangan orang tua. Dulu aku pikir aku tidak akan bisa menelan obat dan setiap tablet harus digerus, setiap kapsul harus dibuka. Semua pemikiran itu terbukti salah.

Sekarang, setiap aku merasa ragu apakah aku bisa mewujudkan impianku, aku mengingat semua yang telah terjadi. Semua keraguanku yang terbukti salah. Sekarang aku selalu berusaha menyuntikkan rasa percaya pada diriku. Yep, bagaimana bisa membuat orang lain percaya pada kemampuan kita kalau bahkan kita sendiri tidak percaya pada diri sendiri. Sekarang aku lebih bisa mengucapkan mimpiku, aku tidak takut lagi. Dan benar saja, aku menuai tawa. Tawa terakhir yang kudapat bahkan baru 9 hari lalu, dari seseorang yang seharusnya percaya dan menyemangatiku. But well, I have learned enough.

Ini bukan tentang mereka ataupun pendapat mereka. Ini tentangmu dan usahamu. Seberapa besar kau menginginkannya. Seberapa besar kau akan berbuat untuk mendapatkannya.

So, like Ozil said, “Don’t ever let somebody tell you, you can’t do something. Believe in your dreams – here, today, and all over the world.”

You may laugh at my dreams, but I’m not kidding about it. – Siechara Apfia Casper

Added 20.07.14

Habis ngebongkar file terus nemu hasil screenshot hampir setahun lalu

pesan_mamihTernyata Mami pernah berpesan begitu, uuuuu…

Bahkan waktu itu pun aku sudah terharu membacanya. It’s as though she has known me for ages. But no. We only knew each other for 3 months that time. She’s amazing! Indeed

Advertisements

Author:

a human being... trying to have a meaningful life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s