Yang Tak Bisa Kulakukan

MASAK!

Ya, MASAK adalah hal yang tak bisa kulakukan.

Seandainya Tuhan percakapan ini pernah terjadi di atas langit sana

Malaikat  : *sniff >> nyium aroma masakan (seorang ibu) yang membumbung setinggi langit* “Aromanya harum banget. Apakah semua perempuan memang diciptakan dengan kemampuan memasak seperti ini, Tuhan?”

Tuhan      : “Well, kalau nggak salah SAYA pernah menciptakan satu perempuan tanpa kemampuan ini.”

Nah! Berarti perempuan yang dimaksud adalah aku! AKUUUUUUUU!!

Dari jaman SD ketidak mampuan ini juga sudah tampak. Ngerebus mie instan aja aku nggak bisa. Setelah adek (cowok!) mulai ngerebus mie sendiri, aku baru mulai belajar. Dan you know what? Aku nggak tahu kapan mie itu matang. Semasa di rumah si aku selalu nanya ke adek, “Ini sudah mateng belom?” Terutama kalau masakin buat orang laen. Kalau buat diri sendiri si… peduli amat.

Masih jaman SD, waktu itu ada ujian masak. Aku bikin ayam goreng. Maksudnya, karena gampang. Oles-oles bumbu, goreng sreng… selesai. Nyatanya, ayamnya nggak mateng!

That’s the point! Aku nggak tahu kapan masakan itu matang. Aku nggak tahu apakah dengan tampilan seperti itu masakan itu belum matang, matang, atau malah over cooked.

Waktu maen ke Pangrango bareng Ucup. Dia bikin ayam kecap. “Mba Cas cobain dong, ini sudah mateng belom,” katanya. Aku cobain. “Kayaknya udah, Cup.” Setelah masakan itu diangkat dan masakan lain juga siap disantap baru ketahuan kalau ternyata… ayamnya belom mateng =____= bahkan dengan lidah pun aku nggak bisa menilai kematangan suatu masakan.

Waktu kopdar Awaspala di Bekasi (ya kan Bekasi?). Aku dengan begonya menawarkan ngebantuin ngegoreng ayam. Terus bingung sendiri dan nanya ke Febro di sebelah, “Ini sudah mateng belom ya?” =_______=”

Setiap numis bawang juga nggak pernah mateng. Tapi karena pada dasarnya aku suka bawang jadi ya… suka-suka aja makan bawang setengah mateng. Setiap kali masak selaluuuuu aja ada yang belum matang, entah wortelnya, entah brokolinya… sigh

Baru beberapa jam lalu aku menggoreng nugget dan kentang. Well, sebenarnya pengalaman inilah yang benar-benar menyadarkanku, ketika mendapati hasil gorenganku dapat diklasifikasikan dalam 2 kategori: belum matang dan gosong.

20140510_221620

Ketika seluruh memoriku mengenai masak memasak berputar-putar dalam benak, aku sadar kalau suatu hari nanti aku menikah maka haruslah dengan seorang laki-laki yang MINIMAL BISA dan SUKA masak. Kalau nggak, ya… entah gimana nasib lidah dan perut kita.

Iyah, gitu aja.

*Mischief managed*

Well, semua tulisan di atas adalah BOHONG!! Yang tak bisa kulakukan di dunia ini cuma satu: MELUPAKANMU!!  *eh *loh

Advertisements

4 thoughts on “Yang Tak Bisa Kulakukan

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: