The Future in My Dream

Hari itu aku berdiri di hadapannya
La Sagrada Familia
Katedral berusia ratusan tahun yang ada dalam mimpiku sejak pertama aku mendengar namanya
 
Adrenalinku berdesir
Tapi tak ada hubungannya dengan tiang-tiang katedral yang menjulang tinggi
Bulu kudukku meremang
But it had nothing to do with the breeze that blew quietly… for it’s summer
Semua ini tentang mimpi yang jadi nyata
Tentang harapan yang berbuah suka
Aku menelusuri lekuknya
Menapaki lantai batunya
Mengagumi indahnya seni Antoni Gaudi
Hingga mataku tertumbuk padanya
Pada rambut ikal panjang sewarna madu
Pada senyum manis yang menyejukkan bagai embun
Pada suara berat yang tiap kudengar segera mengisi relung-relung hatiku

 

 
Waktu bergulir bak hembusan angin
Cerita diurai
Mimpi dibagi
Mimpi yang membawa kami menyusuri Camino, sebuah perjalanan menuju katedral yang lain
Santiago de Compostela
Di sana… di ujung perjalanan kami dia menggenggam tanganku, bertanya apakah aku mau berjalan lebih jauh bersamanya, tidak hanya di Spanyol, tapi di seluruh dataran ciptaan-Nya. Tidak sekedar menyusuri bumi, tapi setiap lembah dan bukit dalam hidup.
Ketika aku menangkap cinta dari tatapan sepasang manik mokanya, aku tahu aku tidak akan mungkin menolaknya. Tapi pacu jantungku amatlah bersemangat hingga yang mampu kulakukan hanyalah tersenyum dan balas menggenggam tangannya.
 
Ketika matahari terbit, bulan tengggelam
Ketika bintang berkedip, matahari beranjak ke peraduan

 

Ketika aku melukis dengan kata, dia menceritakannya dengan sketsa
When he played his music, I danced
He took a step, I took another step

 

Just the way the universe worked, that’s how we  filled each other
“Tengo un sueño,” kataku. Aku punya mimpi.

 

“Q?” Apa?

 

Karena mimpi itu, kami terbang ke pulau kecil di tengah Nusantara.
 
Rinjani…
Bertahun yang lalu cinta pada seorang yang tumbuh di pangkuan Rinjani membuatku mencintai sosok tangguh nan cantik ini
Ketika cinta itu berubah menjadi rasa kagum, cintaku pada Rinjani tidak pudar
Sejak itu, aku selalu menempatkan Rinjani di masa depanku
 
Masa depan itu adalah saat ini
Ketika aku berdiri menyusuri punggungnya
Dinaungi langitnya yang bagai gaun pesta ibuku di masa mudanya
Menatap danau biru bagai cermin
Tapi aku tahu…
Tidak ada ciptaan-Nya yang lebih indah dari dia yang berdiri di sisiku
Punggung tegapnya yang selalu membuatku merasa aman tiap kupeluk
Genggamannya yang membuatku merasa utuh
Tatapan matanya…
Setiap kali sepasang mata itu menangkap mataku, aku tak ingin lepas
Aku ingin semua tetap seperti itu
Aku merasa nyaman
Aku merasa… memang beginilah seharusnya
 
Sabtu pagi menjelang siang… sebuah kafe di Surabaya
Aku. Idha. Mila
Seorang seniman jalanan
Seorang pejalan
Seorang pengusaha muda
Reuni kecil tanpa pasangan-pasangan kami
Persis seperti saat jodoh kami dimulai
 
Aku menunjukkannya pada mereka
Tawa kami terurai
Segalanya tampak berkilau indah
Seindah kilau di jari manis kiriku
Mimpiku yang lain… di puncak Rinjani
 
Tak ada keramaian
Hanya mereka yang benar-benar kami anggap berarti dalam hidup
Tapi cukup untuk menjadi saksi bagi janji yang kami ikat
Di sini
Di tempat kami dipertemukan
La Sagrada Familia
 
Christmas Day…
Snow was falling outside the window
Fire was crackling in the fireplace
Two little kids were running into the room out of the blue
‘Mommy… Daddy… Merry Christmas’
Both jumped to our lap
 
One was a boy with dark brown hair and iris
Another was a girl with curly, honey-colored hair
They were twins, named Faith and Hope
 
The boy were good at capturing moments using his pencils
He would put some words to his drawing
The girl moved with rythm
Music was her life
 
From time to time the four of us would leave our warm house
and see the world
 
 
 
 
P.S  belum final! Akan terus di-update ketika mimpi-mimpiku akan masa depan berkembang 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: