Posted in celoteh, life

Maaf Ya Kalau Cuek

Peraturan berjalan di tempat umum; terutama yang rawan, di malam hari yang sunyi dan sepi: jangan membuat kontak mata!!Itu adalah peraturan tak tertulis yang berlaku umum di mana saja. Peraturan yang justru saya dapatkan dalam novel (yang sekaligus membuatnya jadi tertulis, hihi…).

Kebenaran peraturan, atau mungkin lebih tepat disebut panduan, ini telah saya buktikan sendiri. Dengan menghindari kontak mata, kita menghindari interaksi. Dengan menghindari interaksi, kita menjauhkan diri dari bahaya. Dengan adanya kontak mata, orang merasa diperhatikan. Pernah saya tidak sengaja membuat kontak mata, kejadian berikutnya sungguh memuakkan. Tingkat kepercayaan diri obek tersebut jadi meningkat dan mulutnya tidak berhenti bersuara.

Kejadian ini membawa saya ke panduan nomor 2 yang saya ciptakan sendiri: jangan dengarkan apapun!

Saya sering merasa kasihan dengan makhluk-makhluk di pinggir jalan itu. Mereka seolah nggak pernah melihat perempuan. Berisik! banget! Kadang-salah, sering!-saya gatel pengen nonjok atau nginjek-nginjek atau ngiris tipis-tipis lidah mereka supaya nggak rese lagi *inhale* *exhale* tapi ya sudahlah… saya tutup telinga saja. Atau bergumam “terima kasih” saja kalau mereka manggil “neng geulis” ahahaha… (dengan volume suara yang nggak akan mencapai gendang telinga mereka, tentu saja)

Panduan nomor 3 yang (lagi lagi) saya ciptakan sendiri: pasang tampang garang!

Saya nggak tahu sih tampang saya garang atau nggak, tapi pernah ada yang mengomentari, “Galak banget jalannya.” Jadi saya pikir saya cukup garanglah, hehe… Sayangnya, target-target saya agaknya nggak melihat itu sebagai kegarangan dan malah tambah demen nggodain, iiiiiiihhhhh…

Berbekal 3 panduan ini saya menjalani hidup di jalanan selamaaaaa… *ngitung* kira-kira 6 tahun (hingga detik ini). Tanpa saya sadari, sikap berjalan seperti kebawa kemana-mana, nggak cuma di jalan. Alhasil, saya jadi bagai robot ketika berjalan: lurus, tidak melihat apapun, tidak mendengar apapun. Jadi… maaf ya kalau suatu hari kita berpapasan dan saya cuek. Mungkin saya sedang dalam fase tidak membuat kontak mata. Apalagi punctum remotum (titik jauh) saya semakin dekat saja dari hari ke hari T.T Akibatnya, kalau kalian berdiri pada jarak lebih dari 7 langkah dari saya, kemungkinan saya untuk bisa mengenali kalian itu kecil (unless sosok kalian sudah terukir di hati saya yang paling dalam ;p ). Maaf juga kalau kalian memanggil, tetapi saya bergeming. Mungkin saya sedang dalam fase tidak mendengar apapun.

Sekali lagi maaf ya… Hidup itu memang berat #apasih

Advertisements

Author:

a human being... trying to have a meaningful life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s