Posted in celoteh, fangirl

Keajaiban Malam Bulan Biru*

19 Oktober 2013, pukul 3 pagi saya sudah membuka mata. Nge-charge hape trus tidur lagi, haha.. tapi saya nggak benar-benar bisa tidur, hanya berguling ke sana kemari. Satu jam kemudian baru saya beranjak dari tempat tidur dan bersiap-siap.

Pukul setengah 6 saya mengetuk kamar teman kost yang saya mintai tolong hari sebelumnya untuk mengantar ke meeting point. Rencananya, pagi itu, tepatnya jam 6, saya akan berkumpul dengan teman-teman lain, berangkat menuju Jakarta. Kami akan menemui pujaan hati 🙂 because 19 October 2013 was the day, Blue Moon… yea! that World Tour of CN Blue was here! in Indonesia! And yea! yea! they’re coming here! Kang MinHyuk! Lee JungShin! Lee JongHyun! and Jung YongHwa.

Bersama sekitar 100 Boice (nama fans CN Blue) yang lain saya berangkat menuju Tennis Indoor Senayan. Begitu tiba di lokasi, saya langsung beraksi menukarkan invoice dengan tiket asli. Sempat salah mengantri (saya mengantri di antrian promotor padahal saya memesan tiket ke fanbase) membuat saya sedikit panik karena sama sekali tidak ada tanda-tanda keberadaan fanbase yang saya cari. Tak ada banner atau secuil kertaspun yang menunjukkan keberadaan mereka. Melihat satu kerumunan di bawah pohon, saya menghampirinya… dan syukurlah ternyata pemegang tiket saya ada di sana. Setelah menyerahkan print out invoice dan menunjukkan kartu identitas, lembaran berharga itupun tiba di tangan saya.

20131020_210413

20131020_210430

Saat itu ada pula rombongan Boice dari Singapura yang memberikan merchandise secara gratis. Antriannya lumayan panjang, haha… dan karena penasaran, saya iseng ikut mengantri. Beberapa item sudah habis terbagikan waktu saya tiba di pangkal antrian. Tapi lumayanlah masih dapat ini…

20131020_210532

Tiket di tangan, merchandise gratisan juga sudah dapat, saya mampir dulu untuk foto-foto banner yang dipajang di sana. Ada satu yang sangat saya suka. Banner milik Boice Singapura.

20131019_110354[1]

2013-10-19_11.14.10[1]He smiles, We melt
He spins, We die
He beats, we go crazy!

 

Kata-katanya benar-benar menggambarkan dengan tepat, kalau menurut saya.

 

THE HARDEST PART

Mengantri. Yap, itulah bagian tersulit dari menonton konser. Bukan karena menunggunya, tapi karena mengantri di konser itu seperti mengantarkan nyawa. Orang-orang gila yang tidak mau mengalah, tidak mau tertib. Semua dibutakan oleh keinginan untuk menjadi yang terdepan, yang terdekat dengan bias masing-masing. Inilah yang membuat saya selalu takut tiap mau nonton konser. Kan nggak lucu kalau mati karena hal remeh beginian…

Hanya saja, kalau dibandingkan dengan pengalaman saya sebelumnya, antrian Blue Moon ini lumayanlah. Yah, karena memang jumlah penonton dan kapasitas venue-nya lebih kecil. Ditambah lagi, kali ini saya memiliki teman barengan. Jadi kami bisa mengobrol dan tertawa. Mereka adalah Adis dan Grace. Adis adalah gadis yang manis. Sementara Grace unik, dia selalu mengomentari semua orang baru ditemuinya dengan ‘kalem banget si’. Yah, kalau dibandingkan dirinya si semua orang memang kalem, hehehe…

Ketika cek sound dimulai dan suara drum, gitar,serta bass mengalun ke luar, Adis berkomentar, “Eeeee~ bete…” dengan wajah ingin sekali berada di TKP lalu menjerit untuk mereka berempat.

Ketika antrian jadi sangat rapat hingga tak ada ruang untuk bergerak, Grace yang lebih suka dipanggil Gege berkata, “Sabar… sabar… orang sabar disayang Tuhan. 77 x 7 kali.” “Kali tujuh kali tujuh kali tujuh kali tujuh kali,” sambungku. “Ya, tak terhingga,” sahut Gege.

Ketika waktu bergerak sangat lambat, kami membicarakan keempat orang yang sedang kami nanti itu. “JungShin kan sekarang cakep setelah rambutnya dipotong pendek. Makanya jadi suka,” kata Adis yang diiyakan Gege.

“Buatku sih JungShin selalu mempesona tak peduli bagaimanapun model rambutnya,” sahutku.

“Biasmu JungShin?”

“Iya, sama MinHyuk.”

“Kok di festival B?”

“Iyaaaaa… itu khilaf.”

“Ha? Khilaf?” tawa Gege.

“Maunya si moonzone, tapi 1,8. Jadinya terpaksa geser ke festival. Dan waktu beli tiket masih demen-demennya sama JongHyun. Huhuhuhuhu~”

“Dasar.”

 

VENUE

Gate dibuka jam 4. Kami tiba di dalam area Tennis Indoor sekitar jam 5. Di sini, antrian masuk ke lapangan tenisnya adalah ular-ularan yang rapi. Fiuh, senangnya…

20131019_181530[1]

PRESENT

Jam 7 yang dinanti-nanti pun tiba. Keempat sosok yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul. Gegap gempita, teriakan-teriakan mendengingkan telinga saya. Lautan manusia yang melonjak-lonjak. Awal konser memang selalu nggak nyaman.

YongHwa membuka dengan sapaan dalam bahasa Indonesia. Mungkin bahasa Indonesia memang cukup sederhana untuk diingat dalam waktu singkat. Cukup banyak juga kata-kata yang disampaikannya, meski dengan terbata-bata. “Kami punya hadiah untuk kalian semua.” Scream all around. “Kalian semua tadi dapat post card?” “Yeaaaaaaaaaaaa!!!!!!”

Yea~ dan post card-nya lumayan, hihi… Terima kasih, adek-adekku sayang~

20131020_210756[1]

 

DAMN! I FALL IN LOVE WITH THE DRUMMER!

Sejak awal aku tahu drummer itu gak akan beranjak dari tempatnya. Maka dari itu, meski di festival aku berusaha berada di posisi yang paling memungkinkan untuk melihat sang drummer. Tapi susah 😦 lautan manusia di depanku sangat solid… dan mencintai JongHyun, hmph! saya benar-benar berada di zona yang salah. Belum lagi posisi drumnya berada di belakang, di dekat layar. Semakin jauh saja saya darinya.

Kemudian stage drum itu bergeser maju. (Jadi, drumberada di atas semacam panggung kecil gitu yang berroda. Bahkan untuk berpindah tempat pun dia nggak perlu mengangkat pantat. Memang benar kata Bang Anton, drummer itu yang paling spesial karena cuma dia yang punya singgasana). Tepat ke depan moonzone! Ergh! Oke, saya juga senang kok. Dari situ, MinHyuk terlihat lebih jelas. Dan pendapat yang saya lontarkan adalah: “Oke, Cas, berhenti tergila-gila. MinHyuk ternyata nggak keren kok.” Seolah nggak terima dan sengaja menggoda, drummer itu langsung memutar stiknya sebelum menggebuk tom-tom di depannya diiringi senyum memikat. Saya langsung terdiam. Sial! He got me!

Sisa konser itu, mata saya tidak lepas darinya, bahkan ketika tangan-tangan memegang kamera di sekeliling saya bergerak ke sana kemari. Bagi saya saat itu, hanya ada satu orang di panggung (walaupun sempat mendua waktu ngeliat JungShin loncat-loncat ngelilingi panggung, aaah~ *o* ), dia yang selalu berada di tengah, setia dengan drumnya.

Tangan-tangan yang mengetuk cymbal dengan penuh semangat. Tangan-tangan yang berkeliaran heboh di antara tom-tom dan snare drum. Uuuuu~~ acapkali saya mendengar suara teriakan melengking dan baru menyadari kalau itu suara saya ketika suara itu lenyap bersama dengan saya menutup mulut.

minhyuk

 

THE UNFORGETABLE PART

Bagian yang nggak akan terlupa adalah ketika MinHyuk melepas jaket (atau rompi ya?) di tengah-tengah lagu, di tengah-tengah ngedrum! Uuuuu~ Tapi bagian yang benar-benar membekas adalah ketika mereka berempat bermain-main dengan drum. Saat lagu yang mereka mainkan hampir berakhir (lupa lagunya apa), para gitaris menghampiri MinHyuk yang ada di tengah. Masing-masing mengambil satu stik dan ikut mengetuk-ketuk cymbal seraya tersenyum jahil. MinHyuk menyambut itu dengan senyum imutnya. Aaaaahhhh~~ nggemesin bangeeeeettttt!!!!!!! Lagu diakhiri dengan gebukan-gebukan penuh energi dan kemudian… para gitaris melempar stiknya ke moonzone. Disusul MinHyuk yang juga melempar sepasang stik dengan ringannya ke moonzone. Sementara saya cuma berteriak dalam hati, “Brengsek kau, MinHyuk!” Saya ngebet banget drum stick ituuuuhhhhhh, huh! (Kok nulis bagian ini bikin berkaca-kaca ya?)

 

Penyesalan memang datang terlambat, tapi terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali kan? Setidaknya, dengan begini saya belajar, besok-besok kalau nonton C.N. Blue lagi, saya tidak akan tanggung-tanggung! Moonzone moonzone-lah. VIP VIP-lah. Bahkan kalau bisa berdiri di sebelahnya MinHyuk, saya jabanin berapapun harganya :p eh, tapi kalau di situ tak ternilai ya? Priceless. Bayarnya musti pakai cinta… surat nikah… cincin di jari manis…

Bagaimanapun malam bulan biru ini adalah malam yang mengagumkan. Teman baru, pengalaman baru, dan tentu saja, melihat pujaan hati secara langsung 😀 Semoga di kesempatan berikutnya, drummer-ku, kita bisa bertemu di depan altar *eh

seatplan

cnb

o.0.o

* Judul dicontek dari judul Kumpulan Dongeng Bobo

Advertisements

Author:

a human being... trying to have a meaningful life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s