Sudah Punya yang Aku Suka

Setting  : dojang tercinta. Ngerumpi sembari menunggu kedatangan sabeom (yang juga) tercinta

Tokoh   : Anggi   >> 9 tahun

Melani >> 9 tahun

Icha      >> 10 tahun

Ratna   >> 13 tahun

Saya sendiri sebagai pendengar dalam ‘diam’

o0o

Icha                  : “Ih, itu tu si Ilham” (nunjuk ke sekumpulan bocah laki-laki yang sedang main ngga jelas) “Masak kecil-kecil sudah cinta-cintaan. Waktu three steps sama Anggi malah bikin simbol hati pake tangan.”

Kerumunan        : “Oya?”

Icha                  : “Iya, dia bikin simbol hati, gini” (menyatukan jemari kanan dan kirinya membentuk simbol hati) “suka sama kamu tuh dia.”

Anggi                : “Iih, aku kan sudah punya.”

Aku                   : (dalam hati) “Hah?” (ketawa)

Icha                   : “Hayolooo dia suka sama kamu.”

Anggi                 : “Ihh, nggak bisa. Kan aku sudah punya yang aku suka. Namanya…” (ngeja nama cowok itu, tapi aku lupa siapa)

Ratna                 : “Ya ampun, budak leutik geus bobogohan.”

Aku                    : (ketawa makin gak terkendali)

Melani                : “Ahh, aku juga punya.” (menimpali dengan semangat)

Aku                    : (dalam hati) “Waawwww~”

Ratna                 : “Ieu budak leutikurang wae nu gede belom punya.” (eh, dia ngomong full Bahasa Sunda atau campur Bahasa Indonesia, ya?)

Aku                    : (dalam hati) “Hah? Ratna, kamu tu juga masih keciiiilllll…”

Anggi                  : “Dan dia juga suka aku.”

Melani                 : “Kalian sering SMS-an nggak?”

Anggi                  : “Enggak.”

Icha                    : “Ih, kamu gimana kok nggak SMS-an?”

Melani                 : “Aku SMS-an tiap hari.” (nggak mau kalah)

Aku                     : (meledak dalam tawa)

Benar-benar percakapan yang…

Aku nggak berpendapat seperti Ratna kok. Kan aku juga pernah mengalami masa itu. Sok sudah besar, sok jatuh cinta, hahahaha… padahal… cuma rasa suka konyol yang sekarang ketika diingat lagi bikin pengen ngakak.

Persis kayak bocah-bocah itu.

Yah, dinikmati ya, Adek-adekku… selagi masih merasakan rasa suka bo’ong-bo’ongan… rasa suka tanpa cemburu… rasa suka tanpa hasrat memiliki… rasa suka tanpa sakit. Selagi masih pake sampo Johnsons&Johnsons yang no more tears (apadeh).

Aku nggak akan bilang masa SD lebih menyenangkan dari SMP atau SMP lebih menyenangkan dari SMA atau SMA lebih menyenangkan dari kuliah atau kuliah lebih menyenangkan dari bekerja. Karena sekarang aku tahu tiap masa memiliki kesenangannya sendiri-sendiri 🙂

Meski nggak bisa dipungkiri, rasa sukaku waktu SD itu satu-satunya rasa suka yang nggak bertepuk sebelah tangan *ironis* haha… *sigh*

Advertisements

One thought on “Sudah Punya yang Aku Suka

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: