Posted in fiction, romance, Short Story

Kau Ada

Itu dia di sana. Tersenyum dan melambai riang padaku.

Dalam sekejap kami sudah berjalan bersisian.

Saat seperti ini adalah saat yang paling kusukai. Saat aku bisa melihat helai-helai rambutnya menari bersama angin. Saat aku bisa melihat lembutnya cahaya matahari berpadu dengan ketampanannya. Saat aku tahu dengan pasti bahwa dia ada dalam jangkauan lenganku.

“Sedang mengagumiku?” celetuknya tiba-tiba.

Senyumku terkembang. Jemariku bergerak meraih lengannya. “Terima kasih,” bisikku.

“Karena  menjadi pacarmu yang luar biasa tampan?” ocehnya dengan kenarsisan yang tak berkurang.

“Karena ada di sini.” Hingga aku bisa dengan tanganku menemukanmu.*

 Image

Note :  Adaptasi lirik lagu “Perahu Kertas”

Advertisements

Author:

a human being... trying to have a meaningful life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s