Nae Beoseu #6 : Friend’s Confession

Nae Beoseu #6 : Friend’s Confession

Cassie

Sulli Choi, Kang Jiyoung

Friendship / Drabble

I don’t own the casts

Nae Beoseu #1 : Joheun Oppa

Nae Beoseu #2 : Day Dreaming

Nae Beoseu #3 : Chute de Vouz

Nae Beoseu #4 : Love Should Go On

Nae Beoseu #5 : Halmoni

Untuk teman pulangku. Kangen pulang bareng!

‘Sulli.’ Akhirnya Jiyoung mengalihkan pandangannya dari jendela bus dan sekaligus mengakhiri masa autis kami masing-masing.

Aku menjawabnya dengan pandangan bertanya, siap mendengarkan penuturan selanjutnya.

‘Bagaimana kabarmu dengan Heechul sunbae?’ ujarnya di tengah riuh suara hujan yang menghantam atap bus.

‘Eh? Kenapa bertanya seperti itu?’ tanyaku berusaha terdengar biasa saja. Aku benci ketika siapapun mulai menyinggung topik ini. Tak satu orangpun mau mengerti tak peduli berapa juta kali aku menjelaskannya. Bahkan, aku merasa kalau Jiyoung juga berpikir hubunganku dengan Heechul oppa bukanlah hubungan kakak-adik.

‘Kalian tidak terlihat sering bersama akhir-akhir ini.’

‘Ah, kami hanya sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kau kan tahu sendiri sebentar lagi ujian semester.’

‘Oh…’ Dia kembali memalingkan wajah ke jendela, pada bulir-bulir air yang menyusuri kaca bening itu perlahan.

Fiuuhh, syukurlah kali ini dia tidak mengajukan pertanyaan membosankan seperti ‘bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Heechul sunbae?’ atau ‘pergi ke mana kalian hari Sabtu kemarin?’. Semua disampaikan disertai senyum mencurigakan sarat keingintahuan.

Tapi… sepertinya ada yang tidak beres.

‘Ada apa Jiyoung-ah?’ Aku memegang tangannya, membuatnya kembali menatapku.

‘Ummm…’ Dia menundukkan kepala, tampak ragu sejenak. ‘Mantan pacarnya…’

Kemudian mengalirlah kisah tentang mantan-pacar pacar Jiyoung. Tentang bagaimana Jiyoung menemukan SMS cewek itu di inbox ponsel pacarnya.

Oh, mereka memang seperti itu. Saling terbuka, kalau tidak boleh kubilang terlalu terbuka. Masing-masing tahu apa saja yang ada di ponsel pasangannya. Sama seperti mereka sama-sama tahu password Twitter masing-masing. Hacking pun kadang terjadi, sekedar untuk bersenang-senang dan saling mengerjai.

Kembali pada kisah si mantan pacar. Cewek itu berkata masih mencintai pacar Jiyoung sampai sekarang. Yang menyebalkan, dia menanyakan hal serupa pada pacar Jiyoung.

Seandainya ada cermin di hadapanku saat ini, aku yakin akan melihat mataku membulat. Tapi kutahan emosiku agar tidak memperkeruh suasana sembari mencoba mengingat hal-hal bijak apa yang pernah di katakan orang-orang berpengalaman.

‘Kau tahu? Kalau kau menemukan pesan yang mencurigakan di inbox, cek juga outbox-nya. Yang dikatakannya sebagai balasan untuk pesan mencurigakan itu lebih penting daripada pesan mencurigakan itu sendiri.’

Jiyoung mengangguk ‘Ehem…’

Untunglah, Jiyoung tidak termasuk cewek-cewek bodoh emosional yang akan langsung main tuding. Dia bertanya, pacarnya menjelaskan dan dia mendengarkan.

Tapi… tetap saja. Wajah di hadapanku itu muram sekarang ini. Semuram langit mendung di luar sana.

‘Aku cemas. Bagaimanapun cewek itu adalah mantannya.’ Jiyoung menyuarakan isi hatinya yang aku yakin telah ditahannya sejak tadi.

‘Kau harus percaya padanya. Bagaimanapun, kenyataannya, saat ini, di sini, dia bersamamu. Tersenyum karena melihatmu. Mencemaskanmu. Menjagamu. Meskipun dia bilang ada sebagian kecil dari dirinya yang masih mencintai cewek itu, toh dia di sini. Dia memilihmu. Berada di sisimulah yang jadi keinginannya.’

‘Bagaimana kau tahu? Bagaimana aku tahu? Dia sungguh-sungguh atau tidak.’

‘Masa kau tidak bisa merasakannya?’ godaku sambil menyeringai jahil. Jiyounglah yang dulu pernah berkata padaku bahwa cewek itu sensitif, cewek akan merasa jika ada yang menyukai mereka.

‘Kurasa kau benar,’ kata Jiyeon di akhir tawanya. ‘Aku harus percaya padanya. Lagipula bukankah dia menceritakan segalanya padaku?’

Air mukanya kembali ceria.

Aku menghela nafas. ‘Terkadang sendiri, tanpa pacar memang lebih menyenangkan. Ada hal-hal yang tak perlu kau cemaskan. Bahkan kau tak perlu terganggu oleh SMS atau telpon yang bisa datang kapan saja, menyela aktivitasmu.’

‘Ya. Tak perlu cemas jika dia tak kunjung mengirim SMS. Tak perlu menanti dengan gelisah jika ponsel belum juga berdering.’

Untuk sesaat aku menatapnya. Dia membalikkan semua yang kukatakan. Astaga…

Kami tergelak bersama.

Yah… manusia yang sedang dan tidak sedang jatuh cinta memang berbeda.

Tiba-tiba bangunan biru besar muncul dalam jarak pandangku. ‘Oh, aku turun di sini. Dah, Jiyoung.’

Bye.. Terima kasih ya..’

Aku mengibaskan tanganku sebagai isyarat bahwa dia tidak perlu memusingkan hal ini. Aku baru mulai melangkahkan kaki ketika teringat sesuatu. Kugali tas punggungku dan setelah menemukannya, kuulurkan benda itu pada Jiyoung.

‘Tidak usah,’ tolaknya.

‘Pakai saja,’ kataku, meletakkan payung dalam peganganku di pangkuannya.

‘Lalu kau?’

‘Aku bisa meminjam payung Park ajumma.’

‘Gomawo, Sulli-ah.’

Kami saling bertukar senyum. ‘Sampai ketemu besok,’ seruku sebelum meninggalkan bus dan melangkah menuju halte.

Bus itu nyaris kosong. Hanya Jiyoung dan seorang gadis yang duduk di kursi belakang. Entah aku yang terlalu percaya diri atau bagaimana, tapi aku merasa gadis itu tadi memperhatikan kami. Bahkan aku juga melihatnya tersenyum. Kuarahkan pandanganku pada gadis itu, namun sekarang dia sedang menatap keluar jendela di sisi lain bus.

Oh, sudahlah…

Aku membalas lambaian Jiyoung dan menunggu bus melaju lagi sebelum berlari-lari kecil menuju kios Park ajumma di ujung jalan.

-oOo-

Advertisements

2 thoughts on “Nae Beoseu #6 : Friend’s Confession

Add yours

  1. udah posting gak bilang@ *ngambek di pojokan*

    cerita nae boesu ini tenanggg banget, bikin aku adem

    ehm, sulli, saya percaya kok kalau kamu sama heechul sunbae itu hanya kakak adik, tidak lebih! =P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: