Posted in drabble, romance

Nae Beoseu #1: Joheun Oppa

Nae Beoseu #1 : Joheun Oppa

Cassie

Kim Ryeowook, Luna Park

Drabble / Songfic / Romance

I don’t own the casts

Ponselku bergetar beberapa kali sebelum berhasil kuhentikan. Sebuah pesan dari Luna. Tidak ada kata-kata dalam pesan itu. Hanya sebuah emoticon bermimik sedih. Ada apa? Apa yang terjadi padanya?

Segera kuhubungi nomornya. Dia mengangkatnya pada dering pertama. ‘Oppa,’ isaknya.

‘Ada apa?’ Dia tidak menjawab, hanya terus terisak. ‘Apa kau ada di sana?’

Kembali isakan yang terdengar.

‘Aku ke sana sekarang.’

Kusambar jaketku dan segera bergegas menuju halte bus. Luna selalu menuju tempat yang sama jika sedang sedih. Tempat itu berada beberapa blok dari sini.

Beruntung, bus yang kutunggu muncul tidak lama setelah aku tiba di halte. Dengan sedikit berdesakan aku naik ke bus dan menempatkan diri pada kursi yang tersisa.

Oneureun museun irin geoni, ureoteon eolgul gateun geol
What happened today? It seems like you were crying

Geuga neoye ma eumeul apeuge haeni, naeyegen sesang jelso junghan neo inde
Did he hurt your heart? You are the most precious person to me in the world

Hampir 2 minggu yang lalu dia mengirimiku pesan sejenis. Aku menemukannya sedang duduk sendirian di tempat yang sama dengan yang sedang kutuju saat ini, menangis. Aku menghampirinya dan duduk di sebelahnya.

Ketika merasakan kehadiranku, dia mulai menceritakan apa yang terjadi. Dia melihat namja chingu-nya berpelukan dengan eonni-nya. Entah sudah yang ke berapa kali dia menangis karena masalah serupa.

Aku hanya dapat memeluknya saat itu. Menggenggam tangannya yang dingin karena sapuan udara malam.

Dia menolak untuk pulang ke rumah. Malah memaksa untuk menginap di apartemenku. Jika aku tak mengijinkannya, dia lebih memilih tidur di tempat itu saja.

Aku tak punya pilihan lain selain menyetujuinya. Dan aku tak menyesalinya. Semalaman menemaninya di sisi ranjang. Melihat wajah terlelapnya yang begitu tenang dan damai. Hari itu aku benar-benar merasa matahari terlalu cepat terbit.

Wajah lugunya yang semakin nyata ketika bangun tidur muncul saat aku sedang menuang kopi ke dalam 2 cangkir. Dia duduk di meja dapur sambil menguap lebar-lebar. Ku sorongkan salah satu cangkir ke arahnya. Disesapnya sedikit kopi itu lalu tersenyum. ‘Terima kasih, Oppa. Oppa baik sekali.’

Japangi keophireul nae mireo geu soge gamchwo on nae mameul dama
The vending machine coffee I hold out to you is filled with the feelings I’ve been hiding

Gomawo, oppan neomu joheun saramiya geu han madiye nan useul ppun

“Thank you Oppa is such a good person” at those words I only smile

Hokshi neon giyeok hago isseulkka, nae chingu hakgyo ape nolleo wateon nal
Do you remember? Me, who was hanging out in front of my friend’s school

Urideul yeonin gata jang nan chyeosseul ttae neon usseogo nan bamji saewoji
When we pretended like we were a couple, you laughed and I stayed up all night

Senyumku mengembang tak terkendali jika teringat masa-masa di mana kami tertawa bersama. Masa yang rasanya sudah bertahun-tahun lamanya. Padahal sebenarnya baru terjadi musim semi tahun ini.

Ketika itu kami masih sering pulang bersama dari sekolah. Aku, dia, teman-temanku, teman-temannya, kami menghabiskan banyak waktu menikmati indahnya musim semi dan bunga-bunga sakura yang sedang berkembang. Kami, aku dan dia, bergandengan tangan di sepanjang jalan, membeli seporsi es krim untuk berdua, bercanda, dan… saat itu aku hanya melihat tawanya. Tidak ada air mata seperti yang sekarang kerap tampak di wajahnya.

Dia tidak tahu kalau aku tidak tidur setiap malam. Otakku terlalu sibuk mengulang setiap peristiwa yang terjadi dan adrenalinku meronta-ronta.


Neol ullineun saramgwa wiro bakke mothaneun na
The difference between me and the person who makes you cry is that all I can do is comforting you

Segalanya berubah sejak dia bertemu namja itu. Namja yang sekarang menjadi pacarnya. Namja yang tidak bosan membuatnya menangis. Selalu saja ada kekacauan yang dibuatnya.

Bus kembali berhenti. Tak jauh dari halte ini adalah tempat di mana Luna selalu duduk menumpahkan air matanya. Aku segera turun, berharap dapat memberikan rasa nyaman dan kehangatan yang sedang sangat dia butuhkan. Berharap dapat meminjamkan bahuku agar dia tahu dia tidak sendiri.

Namun, sebuah pemandangan mengejutkan menerpaku.

Dia sedang bersamanya.

Dalam pelukannya.

Niga useumyeon nado joha neon jang nanira haedo

When you laugh I feel good too, even when you say it’s just pretend

Neol gidaryeoteon nal neol bogo shipdeon bam naegen beokchan haeng bok gadeukhande
You bring happiness to the days when I wait for you, the nights when I miss you

Mereka sudah berbaikan?

Kedua ujung bibirku tertarik.

Aku tersenyum, meski ada rasa lain di dalam sini.

Perlahan aku berbalik meninggalkan tempat itu. Dunia serasa lambat di sekelilingku.

Aku hanya berharap dia berhenti membuat Luna menangis.

Namun bila namja itu kembali melakukan kesalahan, aku akan ada. Aku akan ada untuk Luna. Memastikan senyumnya terbit di akhir tetesan air matanya.

Naneun honja yeodo gwaen chanha neol bolsuman itamyeon
Even when I’m alone it’s okay if I can just see you

Nan neul neoye dwiyeseo neul neol bara boneun geuge naega gajin mokshin geoman gata

I’m always behind you, I’m always looking out for you, but it seems like I have to share

-o.O.o-

Advertisements

Author:

a human being... trying to have a meaningful life...

9 thoughts on “Nae Beoseu #1: Joheun Oppa

  1. haaah, good person! suka banget sama lagu ini, apalagi pas bagiannya ryeowook yg “Gomawo, oppan neomu joheun saramiya” kyaaa…. ff nya pas banget yg jadi main cast-nya ryeowook.
    bacanya mewek sendiri -,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s