Posted in drabble, yaoi

Love Actually

Title                  : Love Actually

Author             : cassie

Genre               : Yaoi

Length             : Drabble

Cast                   : Choi Min Ho, Lee Tae Min, Kim Jong Hyun, Onew, Key

Inspiration     : Hello Baby special episode

Disclaimer      : I don’t own any of the cast, but this story is my own imagination

Senyum Minho mengembang begitu menemukan sosok yang dicari-carinya. Perlahan didekati kemudian dipeluknya tubuh mungil itu. Dengan lembut dia berbisik, ‘Annyeong jagi.’

Taemin bergidik geli merasakan sentuhan nafas hangat Minho di telinganya. Dia tersenyum, namun tak ingin Minho mengetahuinya. Hyung yang sangat disayanginya itu tak boleh semudah itu mendapat maafnya. Dengan lagak acuh, dia menghindari Minho dan beranjak menuju bak cuci piring. Mencurahkan perhatian sepenuhnya pada beras yang sedang dicucinya.

Tak mau begitu saja menyerah, Minho kembali memeluk Taemin dari belakang. Dia merapatkan tubuhnya sehingga punggung Taemin kini sepenuhnya menempel pada dadanya. ‘Apa kau masih marah?’

Taemin menggoyangkan tubuhnya agar pelukan Minho melonggar, namun usahanya tidak memberikan banyak hasil. ‘Ayolah, jagi… Itu hanya akting.’ Kembali bisikan lembut Minho berkumandang di telinganya. ‘Pura-pura.’

‘Tapi kau terlihat sangat menikmatinya,’ Taemin mengerucutkan bibir.

‘Aku harus terlihat menikmatinya.’ Taemin melengos. ‘Ayolah jagi..’ Minho memutar tubuh Taemin sehingga mereka berhadapan. Mata mereka bertemu. ‘Apa kau cemburu pada seorang noona?’ goda Minho seraya menyibakkan rambut panjang Taemin ke belakang telinga. ‘Kau bahkan lebih manis dari mereka.’

Kali ini Taemin tidak sanggup menyembunyikan senyumnya. ‘Geojitmal’

‘Mana mungkin aku bohong,’ kata Minho. Ditahannya dagu Taemin dengan ibu jari dan telunjuk kanannya. ‘Kau semakin manis kalau sedang tersenyum.’ Sebenarnya senyum Taemin sudah siap untuk mengembang lebih lebar jika saja Minho tidak mengunci bibir Taemin dengan bibirnya sendiri.

Mereka hanyut dalam ciuman yang hangat dan panjang. Hingga tak sadar seseorang tengah muncul di ambang pintu dapur, melihat tingkah mereka sambil menggelengkan kepala.

‘Lakukanlah di tempat yang lebih pribadi. Jangan di dapur,’ protes Jonghyun. Tak mendapat tanggapan, dia memutar bola matanya dan beranjak dari sana. Sebelum benar-benar pergi, dia berseru, ‘Jangan lupa giliran kalian memasak hari ini. Aku sudah lapar.’

Belum sempat dia melangkah jauh, sebuah jeritan menghentikannya.

Dari mana datangnya suara itu?

Matanya segera tertuju ke kamar Key.

Serta merta dia berlari ke sana. Langkahnya kembali terhenti ketika mencapai pintu. Suara Key terdengar hingga menembus daun pintu. ‘Uljima. Shiroyo.’

Kemudian terdengar suara kikik. Kali ini bukan suara Key. Dan Jonghyun tahu siapa pemilik suara itu.

‘Onew…’ rengekkan Key menegaskan pemikiran Jonghyun.

Genggamannya pada pegangan pintu semakin erat. Meski begitu, tangannya bergetar. Dadanya serasa panas. Tiba-tiba dinding di hadapannya serasa begitu menyebalkan hingga dia ingin mendaratkan tinjunya di sana.

‘Tinggalkan aku,’ tiba-tiba nada suara Key meningkat. ‘Onew..,’ tegasnya.

Kening Jonghyun mengerut. Apa yang sedang terjadi?

‘Aaakh..’ Kembali Key menjerit.

Jonghyun tidak tinggal diam lagi. Dia menurunkan pegangan pintu dalam genggamannya dan menjeblak pintu terbuka. Di sana, di atas ranjang, Key berbaring dengan kedua tangan terikat dalam cekalan Onew. Keduanya menatap terperanjat pada Jonghyun yang berdiri di muka pintu. Sementara Jonghyun sendiri ternganga sesaat. Ekspresinya membatu terhadap apa yang terjadi. Dia terkesiap. ‘Apa yang kau lakukan?’ tanyanya pada Onew.

‘Bukan urusanmu.’ Dia kembali berpaling pada Key.

‘Ah, tidak! Lepaskan aku!’ bentak Key. Berusaha melepaskan diri dari Onew.

‘Dia tidak mau. Kenapa kau memaksanya?’ Jonghyun mulai melangkah masuk ke dalam kamar.

‘Kenapa kau cerewet sekali?’

Namun, bukan hanya Onew yang mulai kehilangan kesabaran. Jonghyun menarik Onew, menyingkirkannya dari sisi Key. ‘Jangan ganggu dia.’

Onew menyipitkan mata, memandang Jonghyun. ‘Menyingkirlah. Ini antara kami. Kau tidak perlu ikut campur.’

‘Tentu saja aku perlu. Aku tinggal di sini bersama dengan kalian.’

Keributan yang mereka timbulkan turut memancing Minho dan Taemin meninggalkan kegiatan mereka dan menilik apa yang sedang terjadi. Keduanya berlari-lari kecil dan terhenti di ambang pintu.

Dengan geram Onew menyambar kaus Jonghyun di bagian dada dan menariknya. Mereka saling mendongakkan kepala, menantang. ‘Hentikan! Hentikan!’ Key sudah beranjak dari tempatnya. Kini dia menengahi dua orang yang berkelahi itu. ‘Lepaskan Onew!’ katanya tajam pada Onew. Itu bukan permintaan. Itu perintah.

Onew membalasnya dengan tatapan marah. Dilepaskannya cengkeramannya lalu menghambur keluar dari situ. Menyeruak di antara Minho dan Taemin yang segera merapat ke kedua kisi pintu.

‘Hyung,’ bisik Taemin ragu-ragu. ‘Ada apa?’

Key terduduk lemas di sisi tempat tidurnya. Kepalanya tertunduk.

Melihat situasi ini, Minho menyentuh pundak Taemin. Tanpa suara dia mengajak Taemin meninggalkan tempat itu. Taemin mengangguk. Mereka pun beranjak dalam diam. Meninggalkan Jonghyun yang perlahan mendekati Key dan duduk di sisinya.

‘Sudah. Tak apa,’ hiburnya, mengusap punggung Key dengan lembut dan penuh sayang.

‘Aku benar-benar lelah. Aku ingin beristirahat. Bukan memancing keributan seperti ini,’ isak Key. Dia menjatuhkan kepala di pundak Jonghyun membuat namja itu bergidik kecil.

‘Ne, kau tidak salah,’ suaranya sedikit bergetar ketika bicara. Ragu-ragu dielusnya kepala Key. ‘Kita semua sudah menjalani hari yang berat akhir-akhir ini. Sekarang beristirahatlah. Tak akan ada yang mengganggumu lagi.’

Sesaat tak ada jawaban hingga Jonghyun mengira Key sudah tertidur.

‘Aku tak pernah menganggapnya mengganggu,’ gumam Key dengan suara mengantuk. ‘Aku mencintainya. Aku suka perlakuannya. Hanya saja…’ Key menguap. ‘Aku sedang lelah. Itu saja.’ Kemudian dia tertidur.

Pelan-pelan Jonghyun membaringkan tubuh lelap itu di tempat tidur. Menyelebungkan selimut ke atasnya. Usai itu, dia bergeming. Ditatapnya wajah yang damai itu lekat-lekat. ‘Na do, Key. Naneun sarangheyo,’ dia berbisik sangat pelan.

==End==

Advertisements

Author:

a human being... trying to have a meaningful life...

4 thoughts on “Love Actually

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s